Di UIN Walisongo Semarang
Mahasiswa Universitas Malaya Malaysia Ikuti Diskusi Ilmu Falak

0
1381
Mahasiswa asal Negeri Jiran mengikuti diskusi ilmu falak

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Pembelajaran teori pengetahuan (epistemologi) Ilmu Falak termasuk sejarahnya, menarik digeluti. Ia akan berkembang berdasar kemajuan pengamatan modern. Maka akademisi perlu lebih memahami dan melakukan kerja ilmiah yang lebih berarti.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang M Ihtirozun Ni’am mengatakan, sebelum diajarkan di perguruan tinggi, Ilmu Falak sudah diajarkan di pondok pesantren dengan tradisi turatsnya.

“Kajian Ilmu Falak sudah berkembang secara bersamaan dengan berkembangnya Islam,” jelas Ni’am dalam ‘Kajian Kitab Falak: Sejarah, Klasifikasi, dan Implementasinya’ di hadapan mahasiswa Universitas Malaya Malaysia yang berkunjung ke FSH UIN Walisongo, Senin (27/11/2023).

Disampaikan, ada 3 klasifikasi kitab falak. Pertama, berdasarkan objek kajiannya; membahas arah kiblat dan waktu shalat serta awal bulan (hilal) dan gerhana. Kedua, berdasar alat hitungnya; membahas rubu’ mujayyab, daftar logaritma, dan kalkulator atau MS exel.

“Ketiga, berdasar keakuratannya; yakni hakiki taqribi yang di antaranya dalam kitab Sullam Nayyirain dan Fathur Rauf Al-Mannan, hakiki tahkiki dalam kitab Nurul Anwar dan Khulashatul Wafiyah, dan hakiki tadqiqi dalam kitab Darul Aniq,” lanjutnya.

Dosen FSH UIN Walisongo M Zainal Mawahib yang menjadi narasumber kedua menjelaskan kitab Ad-Durr Al-Aniq fi Ma’rifat al-Hilal wa al-Kusufain bi at-Tadqiq karya KH Ahmad Ghazali Muhammad Fathullah dari Sampang, Jawa Timur (7 Januari 1962 M) yang dipublikasikan tahun 2013 dan edisi revisinya tahun 2016.

“Isi kitab ini yaitu Hisab Hilal, Hisab Gerhana Matahari, dan Hisab Gerhana Bulan dengan Hisab Kontemporer (Tadqiq),” jelas Mawahib.

Foto bersama di depan Gedung Prof Qodry Azizi 

Wakil Dekan I FSH UIN Walisongo Ali Imron menyatakan, dengan adanya kunjungan ini menandakan bahwa Ilmu Falak di UIN Walisongo sudah mendapatkan pengakuan internasional.

“Kerja sama ini akan berlanjut di tahun berikutnya meliputi penelitian kolaborasi, pengabdian, dan pengajaran,” ujarnya. (siswanto ar/ ros, rid, adb)

Comments