Ketua JP3M Jambi Serukan Jaga Aswaja An-Nahdliyah

0
1206
Para ibu nyai, nawaning dan muballighoh foto bersama usai pertemuan Jaringan Pengasuh Pesantren Putri Muballighah (JP3M)

Batanghari,Suaranahdliyin.com – Jam’iyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighah (JP3M) mengadakan pertemuan ibu nyai, nawaning dan mubalighah di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’at Kota Batanghari Jambi, belum lama ini. Pada kesempatan itu, mereka memilih Nyai Ulil Azmi Dewi Hafshoh sebagai ketua JP3M wilayah Jambi.

Saat ditemui, Nyai Ulil Azmi Dewi Hafshoh mengatakan pesantren merupakan ujung tombak pendidikan agama dan akhlak di Indonesia. Karenanya, pesantren harus melahirkan generasi-generasi dengan faham keagamaan yang inklusif, luas, dan mampu menjawab persoalan kemasyarakatan.

“Dengan begitu, Islam rahmatal lil alamin benar-benar terwujud dengan baik.”ujar nyai Dewi, sapaan akrabnya.

Ia mengajak ibu-ibu nyai supaya tidak bosan menyampaikan pada para nawaning dan para santri untuk selalu menjaga faham Aswaja An-Nahdhiyah. Apalagi akhir- akhir ini, faham radikal mulai gencar disebarkan oleh mereka yang faham keagamaannya sempit.

“Mereka gencar kita harus lebih gencar,”tegasnya.

Nyai Dewi menjelaskan JP3M sebagai wadahnya para ibu nyai, nawaning, serta muballighah ini memunyai program-program pengembangan pesantren diantaranya selain pengembangan bidang agama juga bidang ekonomi, sosial, budaya. Ia sangat bersyukur seraya mengharapkan JP3M bisa menjadi wadah silaturrohim para nyai agar bisa saling berbagi ilmu dan informasi tentang kepesantrenan.

“Tidak hanya tentang keagamaan tapi juga sosial, ekonomi dan juga budaya” tandasnya.

Nyai Dewi juga berpesan kepada seluruh pengasuh pesantren untuk terus menanamkan cinta tanah air kepada para santri.”Santri harus mencintai negeri ini, NKRI harga mati”.tegasnya lagi.(inay/adb)

Comments