Kajian Ramadan
Ketika Gus Mus Cerita Kezuhudan Gus Dur

0
733
KH. Musthofa Bisri dalam Ngaji Pasanan di Pondok PEsantren Leteh Rembang

REMBANG, Suaranahdliyin.com – Pengasuh pondok pesantren Raudlatuth Thalibien Leteh Rembang, KH. A. Musthafa Bisri (Gus Mus) menceritakan bagaimana kezuhudan Gus Dur semasa hidupnya. Bukti kezuhudan Gus Dur, kata Gus Mus, selalu tampak baik saat menjabat sebagai Presiden maupun setelahnya.

“Gus Dur itu termasuk orang yang zuhud. Jadi Presiden saja tidak tahu gajinya darimana, cara mengambilnya juga bagaimana, Gus Dur tida tahu,” kata Gus Mus dalam Majelis Ngaji Pasanan Kitab Arbain Nawawi, Ahad (03/05/2020).

Gus Mus menjelaskan bahwa Gus Dur adalah orang yang sama sekali tidak pernah memikirkan harta. Ia hanya akan mencari bila ada orang lain yang membutuhkan dan meminta kepadanya.

“Dompet saja tidak punya, kalau ada orang yang minta sumbangan begitu baru Gus Dur mencari, begitu menemukan ada ‘amplop’ langsung dikasihkan begitu saja,” papar Mustasyar PBNU ini

Cerita yang masyhur juga diceritakan oleh Gus Mus, bahwa suatu ketika Gus Dur tidak punya uang sama sekali sehingga pinjam kepada putrinya, Alissa.

Keterangan tersebut disampaikan Gus Mus untuk menjelaskan hadits tentang pengertian dan tanda orang-orang yang zuhud dalam Kitab Arbain Nawawi.

Menurutnya, orang-orang Zuhud itu akan diberi belas kasihan yang lebih dari Allah. Orang zuhud juga bisa menolak madlarat yang akan menimpa dirinya atas izin Allah.

Selain itu, Gus Mus juga menjelaskan hadits ke-34 dalam Arbain Nawawi tentang kewajiban seseorang untuk mengubah kemunkaran. Tentu saja sesuai perannya, yang punya kuasa harus bisa dengan kekuasaannya, kalau tidak punya kuasa ia bisa menggunakan ucapan atau perkataan. Bila tidak bisa semuanya, cukup ingkar dalam hatinya.

“Orang yang punya kekuasaan, pemerintah misalnya, harus bisa mengubah kemunkaran menjadi sebuah kebaikan,” ucap Gus Mus.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan tentang amar makruf nahi mngkar itu merupakan pengejawantahan dari rasa kasih sayang. Menurutnya, tanpa kasih sayang seseorang tidak akan memiliki kepedulian yang mendorong dirinya untuk mencegah orang lain terjerumus kepada kesesatan. (rid/ros,adb)

Comments