Kebudayaan Dapat Mengeliminasi Paham Radikalisme

0
295
Para tokoh yang hadir dalam pagelaran parade, serasehan budaya dan ngaji nusantara yang diadakan Pelangi Cinta Nusantara di Magelang

MAGELANG,Suaranahdliyin.com – Pelangi Cinta Nusantara menggelar acara pagelaran parade, serasehan budaya dan ngaji nusantara dengan tema Merawat Perbedaan dalam Bingkai Kebhinekaan di Gor Tri Bakti Kota Magelang, Selasa (31/5/2022).

Acara Ngaji Nusantara tersebut diisi oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorosme (BNPT), Brigjend Pol Ahmad Nurwahid, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah sekaligus Guru Besar UIN Walisongo Prof Dr Syamsul Ma’aarif M.Ag, Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang SIK MM, Tokoh Budaya Dr. Ngatawi Al-Zastrow, S.Ag., M.Si., serta seniman senior Sutanto Mendut, dengan moderator Sendang Wangi (CEO NuCareer.id & Pegiat Budaya).

Dalam sambutanya, Brigjen R Ahmad Nurwakhid mengapresiasi dan mendukung acara Pelangi Cinta Nusantara yang digelar di Kota Magelang.

“Semoga kegiatan ini diberkahi Allah Swt. dengan niatan bagaimana kita membangun spiritualitas bangsa dengan pendekatan seni dan budaya,” harapanya.

Ia menilai bahwa melalui kebudayaan dapat mengeliminasi paham radikalisme ekstrimisme dan intoleran di lingkungan masyarakat.

“Radikalisme muncul karena kurang piknik,  sehingga tidak memahami makna dan hakiki perbedaan. Tidak toleransi terhadap keragaman perbedaan yang merupakan sunnatullah,” terangnya.

Ia juga menambahkan pendekatan seni dan budaya menjadi urgen karena dengan seni dan budaya maka akan bangkit spiritualitas di dalam kehidupan beragamanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Mustofa Ali, menjelaskan bahwa konsep acara ini dibagi menjadi 2 sesi, pertama berlangsung dari Jam 13.00 – 17.00 wib yang diisi dengan Parade Seni & Budaya dan sesi ke 2 berlangsung mulai Jam 19 00- 23.00 wib:  yang diisi dengan Ngaji Nusantara.

“Acara inti dari Pelangi Cinta Nusantara adalah Sarasehan Budaya dan Ngaji Nusantara.  DImana ngaji Nusantara ini memiliki konsep acara bincang-bincang dengan suasana santai dan kekeluargaan,” terangnya.(ibd/adb,ros)

Comments