BNPT RI: Perempuan dan Anak Rentan Terpapar Radikalisme

0
157
Kepala BNPT RI Komjen Muhammad Ryco dalam acara silaturahmi di Semarang, Selasa

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Perempuan dan anak sangat rentan terpapar radikalisme. Tren penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme kini menyasar kepada perempuan, anak dan remaja.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si., mengungkapkan hal itu dalam kegiatan Silaturahmi Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Duta Damai, dan Duta Damai Santri Jawa Tengah di Hotel Tantrem Semarang.Selasa (6/2/2024)

Prof. Ryco menegaskan tren saat ini bergeser kepada perempuan, anak dan remaja. “Maka Kabid Perempuan dan Anak ini sangat penting berperan.Mereka disebar doktrin radikal dan lebih intoleran pasif sampai ada yang terpapar,”katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa kerja-kerja yang dilakukan BNPT, FKPT, Duta Damai, Duta Damai Santri adalah pekerjaan mulia karena menjaga keutuhan negara dan martabat manusia. Ditegaskan, tidak ada satupun agama di dunia mengajarkan kekerasan.

“Jika ada itu bukan agama, melainkan oknum ideolog yang mendoktrin. Saya banyak ketemu eks napiter menyesal karena mereka tertipu, karena tidak ketemu bidadari setelah menyalahkan orang lain, menghalalkan darah sehingga mereka melakukan bom bunuh diri,”ujar Prof Ryco.

Prof. Rycko juga berpesan dengan mengutip pendapat Malala Yousafzai penerima Nobel Perdamaian Dunia tahun 2014. “Kita bisa melawan teroris dengan senjata, tapi ini bukan tugas kita tapi urusan Densus dan Polri. Kita bisa melawan terorisme melalui ilmu pengetahuan,” katanya.

Pihaknya juga menyebut, di tengah konflik dunia termasuk di Gaza, kondisi Indonesia selama 2023 aman dan damai. “Kita di tahun 2023 zero tindakan. Tapi kita harus waspada,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, selain silaturahmi, tanya jawab, bertukar pengalaman juga bertukar informasi untuk melakukan pencegahan terorisme. FKPT, Duta Damai dan Duta Damai Santri menjadi tangan panjang BNPT untuk melakukan daya tangkal, daya perlawanan, dan daya cegah terhadap faham-faham radikal yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme.

Selain Kepala BNPT dan rombongan, hadir juga jajaran pengurus FKPT Jawa Tengah, Duta Damai dan Duta Damai Santri Jawa Tengah. (Ibda/adb)

Comments