Kader Banser Seluruh Dunia Diminta Teladani Perjuangan Alfa Isnaeni

0
290
Kasatkornas Banser, H. Alfa Isnaeni

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Sabtu (27/2/2021) malam menggelar pembacaan tahlil dan doa bersama dalam rangka haul ke-1 wafatnya Alfa Isnaeni, Kepala Satkornas Banser periode 2015-2020. Haul yang digelar secara virtual ini diikuti kader Banser di berbagai penjuru tanah air dan dunia.

Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, selain memeringati Haul ke-1 Alfa Isnaeni, acara ini juga menjadi sarana anggota Banser untuk meneladani perjuangan dan kiprah almarhum.

Menurut Gus Yaqut, panggilan akrabnya, Alfa Isnaeni telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Banser dan GP Ansor. “Kiprah positifnya diberikan kepada NU serta bangsa ini. Kita sangat kehilangan, untuk itu semua anggota Banser di manapun berada harus bisa meneladaninya,” ujarnya di Semarang, Sabtu (27/2/2021).

Instruktur Banser Nasional, KH Ahmad Nadhif, mengakui, kader Banser sangat kehilangan Alfa Isnaeni. Sebab selama hidupnya, perjuangan almarhum begitu besar. Tak hanya bagi GP Ansor dan Banser, juga berjuang demi kuatnya NU dan bangsa Indonesia.

“Namanya terukir kuat di semua anggota Banser, Ansor dan warga nahdliyin di Indonesia. Ndan Alfa juga banyak menorehkan prestasi yang untuk mewujudkannya tak semudah membalikkan telapak tangan,” kata KH Ahmad Nadhif dalam ceramahnya pada haul tersebut.

Gus Nadhif, sapaan akrab KH Ahmad Nadhif, bahkan menyebut Alfa Isnaeni yang wafat pada 11 Maret 2020 lalu, sangat layak diberi predikat sebagai ulama. Predikat itu wajar sebab sumbangsih yang diberikan mantan komandan Banser itu begitu besar.

“Selama hidupnya, almarhum tak kenal lelah berjuang. Tak hanya sebagai pemimpin tertinggi Banser, tapi almarhum adalah sosok yang begitu memanusiakan manusia,” terangnya.

Saat mengemban amanat sebagai komandan Banser, almarhum yang lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 22 Mei 1967 itu dikenal totalitas dan dekat dengan para kader. Kehadirannya juga memberikan perubahan besar Banser menuju hal-hal positif. “Keikhlasan dan perjuangan almarhum, ibarat lilin yang rela meleleh demi bisa menerangi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Menyitir perkataan Sahabat Nabi Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Gus Nadhif mengatakan, orang-orang yang alim namanya bisa langgeng selama-lamanya meski jasadnya sudah tidak berwujud. Nama dan eksistensi ulama itu terpatri di benak hati masyarakat. Itu karena ulama semasa hidup, memiliki amal dan ibadah yang mampu memberikan manfaat kepada banyak orang.

“Melihat ciri itu, saya yakin bahwa almarhum Alfa Isnaeni adalah seorang ulama,” terang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatut Thalibin, Kecamayan Tayu, Pati, Jawa Tengah ini.

Wakil Kepala Satkornas Banser, Hasan Basri Sagala, berharap kader Banser tetap solid sepeninggal Alfa Isnaeni. Apalagi selama mengemban amanah sebagai Kasatkornas Banser, Alfa Isneni telah membangun pondasi-pondasi organisasi yang begitu kuat. “Mari kita bersama terus berkhidmat tanpa pamrih untuk ulama dan bangsa,” tuturnya. (*/ ros, gie adb)

Comments