Gerakan Literasi Ma’arif Diperkuat dengan Program Nyata

0
545
Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) yang dilunsurkan PW LP Ma’arif NU Jateng kemarin

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Usai meluncukan logo Gerakan Literasi Ma’arif (GLM),  Ahad (6/10/2019) kemarin, Lembaga Pendidikan Ma’arif Jawa Tengah telah menyiapkan beberapa program nyata. Antara lain penguatan literasi ilmiah, modul dan panduan GLM, lomba penulisan karya tulis Ilmiah dan jurnalistik.

Pengurus Bidang Diklat dan Litbang LP Ma’arif PWNU Jateng dan Ketua Tim GLM, Hamidulloh Ibda menjelaskan program GLM ini merupakan wujud riil yang sudah dijalankan oleh Ma’arif NU. “Program Penguatan literasi ilmiah wujudnya berupa penerbit Asna Pustaka, Jurnal ASNA (Jurnal Kependidikan dan Keislaman) yang sudah OJS dan versi cetak.”ujarnya

Disamping itu, lanjutnya, penguatan ini diimbangi dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah dari empat unsur, yaitu pelajar,mahasiswa, guru/dosen, dan umum.

“Kami sudah membuka LKTI ini sejak  27 Juni 2019 dan akan berakhir pada 30 November 2019. Silakan cek di website Ma’arifnujateng.or.id atau bisa ketika saja LKTI Ma’arif NU Jateng di Google,” tandas penulis buku Konsep dan Aplikasi Literasi Baru tersebut.

Ibda menerangkan GLM diperkuat dengan Modul dan Panduan GLM yang nanti menjadi acuan sekolah dan madrasah Ma’arif untuk menguatkan literasi di satuan pendidikannya masing-masing. Kemudian, program perlombaan yang kontinu pada aspek penulisan karya karya jurnalistik, tulis tulis ilmiah, dan karya sastra.

“Di tahun 2019 ini kita fokus penataan internal, dan 2020 kita siap turun ke cabang-cabang untuk menguatkan tiga elemen di atas, yaitu karya jurnalsitik, karya tulis ilmiah, dan karya sastra,” papar penulis buku Sing Penting NUlis Terus tersebut.

Baca Juga : Ma’arif NU Jateng Launching Logo Gerakan Literasi Ma’arif

Dengan dirillisnya logo GLM itu, menurut Ibda,  tidak sekadar logo, melainkan menjadi identitas dan simbolisasi. “Ini penanda bahwa Ma’arif itu bisa loh berliterasi. Maka, logonya ya bermakna siswa-siswi dengan identitas membaca, dengan pilihan batik Ma’arif untuk siswa, dan identik warna hijau yaitu kesuburan,” jelas dosen STAINU Temanggung itu.

Logo ini, menurut dia, akan menjadi branding literasi di sekolah dan madrasah Ma’arif se Jateng. “Akan kita buat stiker, kaos, dan kita siapkan modul dan panduannya. Yang paling penting, sudah saatnya semua pelajar, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan madrasah serta pengurus Ma’arif itu literat,”jelas Ibda.(irfan/adb)

 

Comments