
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan membangun komunikasi penuh kasih dan membiasakan memanggil pasangan dengan panggilan yang baik, sebagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA.
Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Kecamatan Kota Kudus, Hermawan Sudaryanto, saat membuka Bimbingan Keluarga Sakinah yang digelar KUA Kecamatan Kota Kudus bekerja sama dengan PC Fatayat NU Kabupaten Kudus di aula KUA Kecamatan Kota Kudus, Selasa (22/9/2026).
Hermawan mengingatkan, kehidupan berkeluarga merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Menurutnya, pasangan yang telah berumah tangga perlu terus belajar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
“Sebagai seorang muslim, kita harus selalu belajar seumur hidup. Yang paling berat adalah belajar tentang kehidupan. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga, kita harus terus belajar bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujarnya.
Ia mengajak peserta memulai upaya tersebut dari hal-hal sederhana, termasuk membangun komunikasi yang penuh kasih sayang. Salah satunya dengan membiasakan memanggil pasangan menggunakan panggilan yang baik.
Hermawan mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW dalam memperlakukan Aisyah RA. Menurutnya, Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayang kepada istrinya, salah satunya melalui panggilan Ya Humaira.
“Kesempurnaan pasangan bukan berarti tanpa kekurangan, tetapi bagaimana suami dan istri saling melengkapi, memahami, dan menerima. Dari situlah diharapkan tumbuh keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” katanya.
Hermawan juga menjelaskan berdasarkan tafsir Ibnu Katsir terhadap QS. Ar-Rum ayat 21, keberadaan pasangan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Pasangan diciptakan agar manusia memperoleh ketenteraman serta tumbuh kasih dan sayang dalam kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, Hj. Farida, mengatakan bimbingan keluarga sakinah tersebut menegaskan kembali pentingnya keluarga sebagai pilar utama dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Menurut Farida, kehidupan rumah tangga hendaknya dilandasi niat mendapatkan ridha Allah SWT melalui ibadah pernikahan serta ikhtiar bersama membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
“Melalui bimbingan keluarga sakinah ini, sahabat-sahabat Fatayat dapat belajar berbagai hal yang nantinya bisa diimplementasikan dalam kehidupan pernikahan. Salah satunya adalah bagaimana membangun kerja sama yang dilandasi kejujuran bersama pasangan sebagai imam dalam keluarga,” ujarnya.
Farida berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sekaligus dibagikan kepada keluarga lainnya.
“Semoga melalui kegiatan bimbingan keluarga sakinah ini, seluruh anggota Fatayat NU Kabupaten Kudus dapat menjadi duta keluarga sakinah dan turut menyebarkan nilai-nilai keluarga sakinah di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan materi “4 Pilar Rumah Tangga” yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kudus, Masruchan. Selanjutnya, materi “Manajemen Keluarga Sakinah Efektif” disampaikan Ketua Forum Daiyah Fatayat PC Fatayat NU Kudus, yang juga menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam Kemenag Kudus, Ana Durrotun Nafisah.
Kegiatan yang diikuti perwakilan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Kudus tersebut diakhiri dengan pembagian sertifikat dan buku Bimbingan Keluarga Sakinah kepada peserta.(yuliana/adb)

































