
DEMAK,Suaranahdliyin.com – Adanya tawuran antarsekolah di kota Demak belakangan ini, mengundang keprihatinan sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menyayangkan aksi tawuran antarsekolah yang membawa sejata tajam hingga mrnimbulkan korban meninggal dunia.
“Mari kita semuanya bisa menjaga Demak sebagai kota Wali yang benar-benar Kota Wali, bisa nyaman untuk semua lapisan termasuk di dunia pendidikan, Demak punya akar sejarah yang panjang dalam sejarah islam,” ujar
Wakil Ketua PCNU Demak KH Abdullah Zaini di gedung NU setempat Jum’at (18/09/2026).
KH Abdullah Zaini meminta Lembaga Pendidikan harus betul-betul peka terhadap perkembangan tekhnologi. Ditegaskan pula, guru harus menjadi teladan.
“Meskipun kita akui para dewan guru masih takut bertindak ketika ada siswa yang kurang disiplin, kuatir berhadapan dengan hukum.”ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kasatbinmas AKP Tri Sucipto menyayangkan peristiwa aksi tawuran yang dilakukan oleh para pelajar lebih-lebih menggunakan senjata tajam. Hal ini tentunya akan merugikan diri sendiri.
“Para pelajar yang ikut tawuran ini kalua kita tanya pada pihak sekolah juga mengikuti program-program sekolah , ya ikut KBM, pembiasaan asmaul khusna pagi, dan lainnya. Namun di luar mengikuti komunitas yang cenderung untuk komunitasnya agar bisa “wah”.”ucap Mantan Kasatnarkoba Polres Demak tersebut.
Pak Cip, panggilan sehari-hari tersebut menambahkan dalam meneguhkan jati diri komunitasnya secara acak untuk mencari tantangan sehingga sebenarnya tidak saling kenal satu dengan lainnya. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan stakeholder dunia pendidikan di kantor Kecamatan Karangtengah untuk merespon aksi tawuran tersebut.
“Program kedepan kita koordinasi sekaligus kolaborasi dengan pihak sekolah untuk deteksi dini pada anak-anak, sehingga tidak ada aksi tawuran Kembali dan insyallah kita juga ada aksi pembubaran komunitas pelajar yang cenderung negative,”imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, 9 September lalu terjadi tawuran antarsekolah di desa pulosari kecamatan Karangtengah Demak. Dalam tawuran itu, ada korban yang meninggal dunia (Rozak/adb



































