Dua Tokoh yang Tawadhu

0
310

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Banyak kesan yang dirasakan oleh hampir semua warga Nahdlatul Ulama (NU), baik yang mengikuti langsung Muktamar ke – 34 NU yang digelar di Lampung maupun tidak.

H Nur Said, pengasuh Pesantren Riset Sains Spiritual Moderasi Agama (PRISMA) ini, salah satunya. Menurutnya, akhir dari proses pemilihan ketua umum (Ketum) PBNU dalam Muktamar, sangat mengharukan dan penuh harapan.

“Mengharukan karena asas-asas demokrasi jalan selaras dengan prinsip-prinsip syura (musyawarah) dalam Islam. Dua calon (tokoh: KH Said Aqiel Siraj dan KH Yahya Cholil Staquf) saling tawadhu. Itu menunjukkan keteladanan akhlak mulia,” terangnya.

Sedang penuh harapan yang dimaksud, yakni karena menghendaki terbangunnya citra Islam Nusantara yang mendunia di satu sisi, dan kesadaran akan pentingnya kemandirian umat untuk bisa terlibat dalam proses perdamaian dunia,” lanjutnya.

Melihat realitas itulah, maka H Nur Said yang juga dosen IAIN Kudus dan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Kudus tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas sukses Muktamar.

“Muktamar ke – 34 NU yang baru beberapa hari berlalu, menunjukkan kearifan demokrasi yang bersumber dari turats (kitab-kitab salaf), yang banyak diajarkan di pondok – pondok dan madrasah – madrasah NU,” paparnya. (mail, ros, rid, luh/ rid, adb)

Comments