Peringati Harlah ke-103 NU  
Gus Tomy Roisun Nasih: Peringatan Harlah NU Tidak Boleh Kalah dengan Hari Santri 

0
108
Para juara festival rebana foto dengan ketua MWC NU Margoyoso, Gus Tomy Roisun Nasih

PATI, Suaranahdliyin.com – Dalam rangka memeringati Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama (NU), MWC NU Margoyoso menyelenggarakan beragam kegiatan untuk menyemarakkannya.

Dimulai pada 6 Desember 2025 lalu, rangakaian kegiatan yang telah disiapkan akan berakhir pada 25 Januari 2026, yang dirangkai dengan pelantikan bersama pengurus MWC NU Margoyso dan PAC Fatayat NU Margoyoso.

Di antara kegiatan yang digelar yaitu festival rebana (4/1), tasyakuran (5/1) di PRNU Tanjungrejo, kemudian akan disemarakkan dengan Lailatus Shalawat di Gedung Serba Guna (GSG) yang akan dilangsungkan di halaman kantor Kecamatan Margoyoso pada 25 Januari mendatang.

Gus Ihwan Haririe, ketua panitia Harlah ke-103 NU MWC NU Margoyoso, mengutarakan, bahwa penyelenggaraan rangkaian harlah kali menggandengan berbagai pihak, khususnya Badan Otonom (Banom) NU.

“Di antaranya bekerja sama dengan Ishari, Lesbumi dan IPNU – IPPNU. Ya, alhamdulillah, dalam setiap kegiatan di MWC, Banom maupun Lembaga selalu berperan serta dan bergantian menjadi penanggung tanggung atas berlangsung serta kesuksesan acara,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso, Gus Tomy Roisun Nasih, menegaskan, bahwa peringatan Harlah Jamiyyah NU tidak boleh kalah dengan hari santri.

“Karena tanpa NU, belum tentu santri Indonesia akan sebanyak ini dan mampu mewarnai bangsa, serta berperan dalam Masyarakat. Maka sudah sewajarnya kita mengenang berdirinya jamiyyah ini seraya mengirim doa kepada muassis,” tuturnya. (rls/ adb, ros)

Comments