Dr. KH. Musofa: Jangan Tinggalkan Literasi Teks

0
383
  • LP Ma’arif PWNU Jateng Gelar Diklat GLM
Diklat GLM di Wonosobo

WONOSOBO, Suaranahdliyin.com – Bertempat di Lantai III SMP Al-Madina Wonosobo, tim Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP Ma’arif PWNU Jateng menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Literasi. Diklat yang digelar bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag RI dan LP Ma’arif PCNU Wonosobo, ini resmi dibuka pada Jumat (27/12/2019) kemarin.

Pembukaan Diklat dihadiri jajaran pengurus LP. Ma’arif PWNU Jateng, antara lain R. Andi Irawan dan Ahmad Muzammil. Nampak pula Dr. KH. Musofa M.Pd. (sekretaris Disdikpora Wonosobo / Wakil Ketua PCNU Wonosobo), Nurkholis S.Ag. (sekretaris PCNU Wonosobo), Dr. KH. Abdul Majid M.Pd. (Ketua LP Ma’arif PCNU Wonosobo) berikut sekretarisnya, Edi Rohani M.Pd.I., dan Faizal Arifin (Kepala SMP Al-Madina)

Tim pemateri pada kesempatan itu, adalah para penulis senior yang telah malang melintang dan  kenyang pengalaman dalam dunia literasi, yakni Hamidulloh Ibda, Niam At-Majha, Junaidi Abdul Munif, M. Iqbal Dawami.

Dr. KH. Abdul Majid, Ketua LP Ma’arif PCNU Wonosobo, dalam sambutannya, mengutarakan, dengan penguatan literasi kepada generasi X dan generasi Y, diharapkan LP Ma’arif ke depan bisa semakin maju. “Belajar itu tidak hanya di sekolah. Banyak sekali tempat belajar,’’ ujarnya.

Wakil Ketua PCNU Wonosobo, Dr. KH. Musofa M.Pd., menyampaikan, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) tidak hanya mampu bergerak cepat seperti orang lari, namun diharapkan bisa bergerak cepat seperti terbang.

“Kunci kemajuan bangsa dan negara, ditentukan kompetensi sumber daya manusianya. Siapa yang cepat update, maka ia akan berada di depan. Dalam konteks pelatihan seperti ini, ukurannya (bukan) sudah atau sedang pelatihan, tapi harus lebih cepat dengan kelompok lain,” ungkapnya.

Dalam pandangannya, literasi digital sudah mulai menggeser kebiasaan literasi teks. ‘’Namun jangan sampai kita meninggalkan literasi teks. Justru dalam teks-teks itu banyak isi yang mendalam. Teks-teks yang dulu, jika didalami, justru menjadi ilmu baru karena dilupakan masyarakat sekarang,” jelasnya.

R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif PWNU Jateng, menegaskan, Kabupaten Wonosobo dijadikan piloting penguatan literasi lewat GLM. “Sesuai yang kami programkan, Ma’arif lebih peningkatan mutu pendidikan baik di madrasah maupun sekolah,” kata Andi. “GLM akan digelar di semua wilayah. Kami akan turba untuk pelatihan di semua lini,” katanya. (aklis/ adb, ros, rid)

Comments