Dikpol, Ikhtiar Cerdaskan Pemilih

0
372
Dikpol digelar KPU Boyolali diikuti perwakilan belasan organisasi

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Pendidikan Politik (Dikpol) bertajuk “Peran Media, Organisasi Wanita, Masyarakat dan Keagamaan dalam Suksesnya Pemilu dan Pemilihan”.

Dikpol yang dilangsungkan di Balai Kelurahan Siswodipuran, Boyolali pada Rabu (18/12/2019) lalu itu, diikuti sebanyak 18 organisasi wanita, masyarakat dan organisasi keagamaan. Antara lain perwakilan PCNU, PD Muhammadiyah, Dewan Paroki, Bakersa, Muslimat, Aisiyah, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Kristen, Pemuda Katolik, GOW, FKDB, WKRI, Dharma Wanita, PKK, FKUB, KNPI, Pemuda Pancasila, dan para jurnalis dari berbagai media.

Ali Fahrudin, Ketua KPU Boyolali, menyampaikan, Dikpol sangat penting digelar, sebagai ikhtiar untuk mencerdaskan pemilih. ‘’Agar pemilih menjadi pemilih yang tidak sekadar cerdas, sehingga Pemilu yang diselenggarakan berkualitas,’’ katanya.

Muhammad Abdullah, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pasrtisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Boyolali, menjelaskan, Pemilu serentak 2019 kemarin, partisipasi pemilih di Kabupaten Boyolali mencapai 84 persen.

‘’Pertanyaannya, apakah 84 persen itu merupakan pemilih cerdas? Belum. Yang belum cerdas itu perlu diperhatikan. Pemilih cerdas adalah yang bisa menghindari politik uang, hoaks dan sara,” ujarnya.

Dia menjelaskan lebih lanjut, bahwa dalam praktik politik uang, tidak ada yang diuntungkan. Hoaks, juga berbahaya karena sumber menjadi fitnah dan sering membunuh karakter serta menjatuhkan nama baik orang lain.

‘’Politik uang dan hoaks, harus dihindari. Selanjutnya, isu sara. Pemilih cerdas harus lepas dari permainan sara, dengan jalan mengokohkan pemahaman dan tindakan yang bhinneka tunggal ika,’’ terangnya sembari mengutarakan, Dikpol ini merupakan program jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pemilih, terlebih lagi kepada calon pemilih. (sis/ adb, ros, rid)

Comments