Digelar, Haul Mbah Suro Kromo dan Mbah Wiro Kromo

0
266
Pengajian dalam rangka haul Mbah Suro Kromo dan Mbah Wiro Kromo dimeriahkan dengan tari sufi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dalam rangka memeringati haul waliyullah Mbah Suro Kromo dan Mbah Wiro Kromo, warga RW 5, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus menggelar pengajian akbar pada puncak buka luwur, Kamis (25/8/2022) malam ini.

Nampak hadir dalam kesempatan itu, Kiai Shomadi, KH Ridwan, PRNU Desa Jepang beserta badan otonom dan turut mengundang KH Husein Ilyas Mojokerto serta Kiai Rosidi dari Kudus.

Kuswandi, panitia pelaksana, mengutarakan, sebelum pengajian malam ini, banyak agenda yang telah terlaksana selama sepekan ini. “Antara lain bazar UMKM, khataman al-Quran, tahlil kubra, khataman al-Quran bil ghaib, bari’an dan puncaknya adalah pengajian pada malam ini,” terangnya.

Sementara Indarto, kepala Desa Jepang mengapresiasi kegiatan haul Mbah Suro dan Mbah Wiro Kromo. Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah bentuk kearifan lokal yang masih apik dilaksanakan oleh masyarakat dalam mengenang jasa pendahulu yang sekaligus bareng momentum Agustusan, yakni HUT RI ke 77.

“Ini membuktikan nilai-nilai sosial, gotong-royong masih dipegang kuat dan sekai lagi ini adalah bukti nyata dari banyaknya even yang berjalan selama sepekan kemarin. Semoga tahun depan lebih dapat mengagendakan lebih baik dan meriah,” tuturnya

Lebih lanjut disampaikan, ibarat orang puasa, saat ini bisa dikatakan momentum lebaran, karena selama dua tahun diterpa pandemi yang mengharuskan kita kerja ekstra dan mematuhi segala aturan terkait protokol kesehatan oleh pemerintah pusat demi kemaslahatan seluruh warga negara. “Alhamdulillah kita dapat melewati itu semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kades memberi informasi tambahan bagi seluruh masyarakat desa, jelas Indarto, ia mengatakan, bahwa pemerintah Desa Jepang mengalokasikan dana bagi putra-putri yang sedang nyantri dan menghafal al-Quran di pondok pesantren.

Warga berduyun-duyun menghadiri pengajian

“Kami mendukung santri penghafal al-Quran berupa uang Rp 5 juta per-santri dalam periode kepemimpinan kami. Semoga akan berlanjut di kepemimpinan-kepemimpinan selanjutnya. Monggo, pergunakan sebaik-baiknya, beri informasi kepada pelajar yang masih nyantri dan menghafal al-Quran,” katanya. (udin/ gie, ros, adb)

Comments