Dari Ketua RT Hingga Petinggi Hadiri Sosialisasi Wakaf RSNU di Tegalsambi

0
770
Digalakkan sosialisasi Wakaf RSNU di Tegalsambi, Tahunan, Jepara

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Sosialisasi penggalangan dana wakaf tanah Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jepara oleh pengurus ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tegalsambi, Tahunan dihadiri petinggi, BPD, ketua RT, pengurus ranting dan badan otonom NU Desa Tegalsambi.

Sosialisasi yang dikemas sebagai rangkaian peringatan 1 abad NU, itu dilaksanakan di gedung NU jalan sunan mantingan RT 11 RW 02 Tegalsambi pada Jum’at (27/1/2023) lalu.

Materi sosialisasi disampaikan oleh ketua panitia persiapan pembangunan RSNU Jepara Zaenuri Toha dan sekretaris panitia penggerak wakaf tanah RSNU Jepara MWC Tahunan, Zakariya Anshori.

“Pembangunan RSNU Jepara ini merupakan amanat Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pertama pada 17 Juli 2022 yang lalu di pondok pesantren Dhilalul Qur’an Raguklampitan Batealit Jepara,” ujar Zaenuri.

Menurutnya, panitia persiapan pembangunan RSNU Jepara ini dibentuk pada 11 Desember 2022 dan dilegalisasi dihadapan notaris sehingga sah dan legal di mata hukum.

“Pengadaan tanah seluas 15.740 m2 di jalan Strekan RT 10 RW 06 Troso Pecangaan Jepara telah lunas pada 16 Januari 2023 dari pemilik lamanya John Koo Soo, pengusaha asal Korea Selatan,” lanjutnya menambahkan.

Sementara itu, pada pembentukan tim penggerak wakaf tanah RSNU Jepara di Desa Tegalsambi, petinggi Agus Santoso menyatakan, bahwa pihaknya mendukung rencana pembangunan RSNU Jepara maupun gerakan Shadaqah, Infaq, Donasi dan Wakaf untuk Rumah Sakit (SIDoWaRaS) dari MWC NU Tahunan.

“Kami siap melibatkan perangkat desa dan ketua-ketua RT untuk mensukseskan gerakan yang baik ini. Secara pribadi saya wakaf tunai 1 m2 dan pemdes infaq senilai 2 m2,” tutur Agus yang juga wakil ketua PRNU Tegalsambi.

Purnomo, ketua tim penggerak wakaf tanah RSNU Jepara di Desa Tegalsambi, bersyukur langkahnya semakin mudah dengan adanya dukungan Pemdes Tegalsambi. “Hingga kini telah terkumpul dana untuk pengadaan tanah seluas 8 m2 dari targetkan 70 m2,” paparnya.

Dia menyampaikan, bahwa sesuai saran sesepuh NU, pihaknya telah sepakat dengan ketua PRNU Tegalsambi, Listiyono, untuk menginventarisasi aghniya’ di Tegalsambi. “Sisanya baru kita edarkan melalui kumpulan RT dan PKK agar tidak membebani masyarakat,” kata Purnomo yang juga ketua BPD Tegalsambi itu. (zakaria/ ros, rid, adb)

Comments