Aswaja An Nahdlyah Nilai Demokrasi Kampus Unsiq

0
433
Mengabadikan momentum kebersamaan usai pelantikan DPM Unsiq Wonosobo

WONOSOBO, Suaranahdliyin.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Parlemen Sempati Periode 2022-2023, menyelenggarakan pelantikan dan seminar demokrasi di Aula Al A’la, Sabtu (26/3/2022) lalu.

Mengusung tema “Revitalisasi Nilai Aswaja An Nahdlyah dalam Pendidikan Demokrasi di Perguruan Tinggi”, DPM menegaskan Aswaja sebagai Nilai Demokrasi di Unsiq, sehingga harus dihidupkan kembali.

Sutrimo, ketua panitia, menyampaikan, kegiatan ini sebagai sarana konsolidasi ide dan gagasan antarlembaga mahasiswa. Mengingat, kini semua lembaga didominasi oleh pengurus baru hasil Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan Januari lalu.

“Harapannya ini bisa menjadi forum komunikasi antarlembaga, sehingga ke depan aspirasi dapat disampaikan,” katanya.

Nurul Millah, Ketua DPM Unisiq terlantik, menegaskan, DPM harus bisa mengakomodasi seluruh aspirasi mahasiswa. “DPM memiliki 13 anggota yang mewakili tujuh fakultas yang ada. Diharapkan, wakil mahasiswa itu mampu mewakili dan mengakomodasi aspirasi seluruh mahasiswa,” ujarnya.

Sementara terkait nama parlemen yang dipimpinnya, Nurul Millah memberi nama Parlemen Sempati. “Nama ini diadopsi dari burung dalam kisah Ramayana, yaitu burung Sempati yang melambangkan empati dan harmoni. Ini sesuai nilai unggul Unsiq,” paparnya..

Dikatakannya, bahwa Sempati ini juga mengandung filosofi yang cukup menarik. “Ini merupakan simbol pergerakan dan identik dengan warna merah (lambang keberanian). Maknanya, harus berani melakukan perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Zaenal Sukawi, Rektor Unsiq, dalam arahannya mengemukakan, bahwa para aktivis DPM hendaknya bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. “meskipun jumlahnya tidak banyak, tapi diharapkan bisa mewakili seluruh elemen mahasiswa,” tuturnya. (nur/ arif, adb, ros)

Comments