Pentas Anahom, Ingatkan Agar Lebih Mawas Diri

0
1274
Pementasan Anahom yang digelar Fasbuk

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pementasan oleh Rhy Husaini dan Ima Yaya dalam Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK), Jumat (30/3/2018) memuat banyak pesan. Salah satunya menurut Rhy Husaini, Puisi yang berjudul “Anahom” tersebut berisi tentang sifat manusia yang selalu ingin menang sendiri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rhy saat diskusi bersama setelah pementasan itu usai. “Anahom berasal dari dua suku kata, “Ana” yang berarti saya dan “Hom” yang berarti Tuhan dari bahasa sansekerta” Jelasnya.

Rhy berpesan untuk selalu mengingatkan manusia untuk mengurangi sifat manusia yang merasa bahwa dirinya adalah Tuhan.

Rhy yang sudah beberapa kali pentas di Yogjakarta mengaku sangat senang bisa tampil kembali di Kudus. Puisi “Anahom” juga dia bawakan lebih panjang dan mendalam.

Berbeda dengan yang pernah dia lakukan di Komunitas Fiksi Kudus (Kofiku) yang hanya dibawakan hanya setengah. “Malam ini saya benar-benar meledak, semua yang ada dalam puisi secara utuh tersampaikan semua” ucapnya jumawa.

Selain Rhy Husaini, Ima Yaya yang pada malam itu membacakan puisi “Si Bola Mata”, juga berpesan untuk lebih melihat sisi baik orang lain. Dimana si bola mata//dimana si bola mataku//dimana si bola mataku//, itulah sepenggal bait puisi yang dibacakan Ima malam itu.

“Dari puisi itu saya berpesan agar terus melihat bola mata orang lain,” Jelasnya ketika Diskusi. Menurutnya mata adalah suatu indera yang sangat sakral, karena dari matalah seseorang bisa melihat sisi baik dan sisi buruk orang lain.

Wanita yang juga lulusan dari Teater Sangkur Timur Semarangini, juga mengaku perihatin dengan kelakuan  antar manusia saat ini. Selalu ingin menang sendiri, menyimpulkan apa yang dia lihat tanpa mencari penjelasan, adalah sebagian contoh yang tidak baik.

“Dari bola matalah kita dapat menatap dan mengerti apa yang orang lain kerjakan,” imbuh wanita pendiri Teater Saka tersebut. (mail/adb)

Comments