Teladan KH Ma’mun Ahmad dalam Mendidik Para Santri

0
262

KUDUS, Suaranahdliyin.com –  Belum lama ini, Pondok Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad dan haul ke-21 KH Ma’mun Ahmad. Peringatan haul ini dirangkai dengan peringatan haul ke-35 Nyai Hj Asnah Ma’mun dan masyayikh Pondok TBS.

KH Ma’mun Ahmad, salah satu masyayikh Pondok TBS Kudus ini, adalah salah satu kiai kharismatik pada masanya, dan umat Islam di Kudus dan sekitarnya, sudah pasti mengakui beliau sebagai guru atau kiainya.

Umat Islam, khususnya yang pernah nyantri di pondoknya, atau belajar di Madrasah TBS Kudus, tentu juga memiliki kesan tersediri sama Mbah Yai Ma’mun –demikian KH Ma’mun Ahmad biasa disapa para santri dan masyarakat luas.

Gus Luthfi, salah satu cucu Mbah Yai Ma’mun, mengutarakan, bahwa simbahnya adalah tokoh yang menarik bagi mereka yang ingin atau bercita-cita menjadi guru. “Mbah Ma’mun bisa kita jadikan teladan dibidang itu (mengajar, red). Itu dilihat dari keikhlasannya, dedikasinya dan perlakuannya terhadap santri0santrinya,” tuturnya.

Kiai Ahmad Bahruddin, mengutip salah satu guru Imam Ahmad bin Hanbal, yakni al-Imam Sufyan bi Uyainah, mengemukakan, bahwa Ketika orang-orang saleh dikenang, maka ketika itu rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan turun.

“Mari kita mengenang beliau simbah Yai Ma’mun Ahmad dan semangat meneruskan perjuangannya dalam nasyrul ilmi. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan rahmat Allah, sehingga dimudahkan dalam melanjutkan perjuangan beliau,” katanya.

Sementara Ustaz Saifuddin Zuhri, salah satu mutakharijin Pondok TBS, berharap para santri Mbah Yai Ma’mun Ahmad dan umat Islam, khususnya di Kudus, akan selalu menjadi insan-insan mulia yang cinta pada ulama. “Dengan harapan, semoga ilmu kita bermanfaat, keluarga kita terasa aman, nyaman, bahagia sejahtera dan mendapat keberkahan simbah KH Ma’mun Ahmad,” tuturnya. (rls/ ros, adb)

Comments