
Diakui atau tidak, bagi masyarakat awam, saat menunaikan puasa Ramadan, waktu berbuka puasa lah yang paling dinanti-nantikan. Azan Maghrib menjadi salah satu penanda waktu berbuka yang lazim dipahami.
Di waktu Maghrib inilah, umat Islam yang menunaikan puasa Ramadan, sangat dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa.
Dalam berbuka puasa, ada yang hanya menyukupkan dengan makanan ringan (takjil) atau langsung dengan makanan berat seperti nasi dan lauknya.
Kemudian setelah selesai berbuka, sangat dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa.
Seperti yang telah kita ketahui, ada beberapa doa berbuka yang teriwayatkan dari para sahabat nabi kepada kita.
Pertama, diriwayatkan dari sahabat Mu’ad bin Zahrah bahwa Nabi Muhammad Ketika berbuka puasa beliau mengucapkan:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, kepada Mu aku berpuasa dan atas rezeki Mu aku berbuka.”
Kedua, dari sahabat Ibnu Abbas berkata: Nabi Ketika berbuka beliau berdoa
لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
Artinya: “Kepada Mu (Ya Allah) aku puasa dan atas rezeki Mu aku berbuka, maka terimalah (puasa) dariku. Sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.”
Ketiga, dari Abdullah bin Umar meriwayatkan dari Nabi Muhammad
ذَهَبَ الظَّمْأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala yang telah ditetapkan, Insyallah.”
Sedang Abdullah bin Abi Mualikah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya orang yang berbuka puasa itu tidak ditolak,” kemudian nabi melanjutkan
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلُّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَلِيْ
Artinya: “Ya Allah, aku memohon dengan rahmatmu yang sangat luas agar agar mengampuniku.”
Kemudian oleh para ulama merangkum doa-doa yang teriwayatkan menjadi satu agar bisa mengamalkan semua hadits nabi ini.
Sebagaimana yang termaktub dalam kitab Bushro Al-Karim
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَرَحْمَتِكَ رَجَوْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، ذَهَبَ الظَّمْأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
Artinya: “Ya Allah, hanya kepadamu aku (telah) berpuasa, dan atas rezekimu aku berbuka. Aku beriman dan bertawakal hanya kepadamu. Rahmatmu aku harapkan dan kepadamu aku tumbuh. Telah hilang dahaga ku, dan telah bahah tenggorokan ku. Telah ditetapkan pahala atas itu, InsyaAllah.”
Dan perlu diketahui bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab karena puasa memutus syahwat
Ketika hati seorang hamba terbebas dari syahwat, maka doanya mudah untuk diijabah, insyaAllah akan segera diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam. (M Dliyaul Kamil, Santri Pondok Pesantren Tasywiqul Furqon Kajeksan, Kota, Kudus asal Pekalongan)








































