
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LKKNU PWNU) Jawa Tengah menggelar kegiatan Tadarus Vol. 1 kajian kitab Manba’us Sa’adah bertema Relasi Suami Istri Berbasis Mubadalah. Kegiatan yang berlangsung hybrid di Gedung Perpustakaan UIN Sunan Kudus,Kamis (26/2/2026) ini menjadi bagian dari Program Penguatan Keluarga Inklusif dalam konsep Relasi Keluarga Maslahah.
Ketua panitia kegiatan, Kharis Fadlul Hana, M.E., RSA dalam laporannya menyampaikan bahwa minat peserta terhadap kajian kitab ini sangat tinggi.
“Awalnya kegiatan ditargetkan diikuti 100 peserta, namun jumlah pendaftar meningkat hingga sekitar 150 orang. Selain dilaksanakan secara langsung, kegiatan juga disiarkan melalui YouTube dan Zoom Meeting,”ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua LKKNU PWNU Jawa Tengah, KH. M. Ulil Albab Arwani menjelaskan bahwa kitab Manba’us Sa’adah berisi pedoman membangun relasi keluarga untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
“Ini sejalan dengan mandat LKKNU, menumbuhkan ketahanan keluarga untuk keutuhan masyarakat dan sosial secara lebih baik dan harmonis,”ungkapnya.
Ulil Albab menambahkan bahwa tantangan keluarga saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi atau fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh disrupsi digital dan sosial yang semakin kompleks. “Maka kajian kitab ini diharapkan menjadi bekal dalam membangun keluarga yang lebih maslahah,” katanya.
“Kegiatan Tadarus kitab Manba’us Sa’adah ini merupakan bagian dari strategi LKKNU dalam mensyiarkan dan berbagi peran untuk mengimplementasikan ilmu ke dalam organisasi dan masyarakat.”sambung Ulil.
Sementara Katib Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Kudus KH. Amin Yasin menyampaikan pentingnya menghadiri majelis ilmu, terlebih di bulan Ramadan. Mengutip dari pesan Nabi bahwa akan datang masa ketika ahli fikih semakin sedikit sementara orang yang pandai berbicara semakin banyak.
“Pada masa tersebut, perbanyak menuntut ilmu menjadi hal yang lebih utama.”terangnya.
Amin Yasin juga menegaskan bahwa majelis yang membahas ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Diceritakan olehnya, apabila Rasulullah hadir di antara dua majelis, satu membahas ilmu dan satu membahas keutamaan amalan, maka Rasulullah akan memilih majelis ilmu karena salah satu tugas utama Rasulullah adalah mengajarkan ilmu kepada umatnya.
“Sangat pas apabila majelis ilmu ini diadakan di tempat nasrul ilmi, tempat tersebarnya ilmu yakni di UIN Sunan Kudus,” tutur Katib Syuriyah, Amin Yasin.
Acara yang berlangsung secara hybrid di Gedung ini menghadirkan dua pemateri, yakni Dr. Nyai Hj. Umdatul Baroroh, M.A. dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah serta Prof. Dr. KH. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd. selaku Wakil Rektor III UIN Sunan Kudus. Kegiatan diikuti ratusan peserta dari pengurus LKKNU kabupaten/kota se-Jawa Tengah, banom NU, mahasiswa, hingga musyrifah.
Usai pertemuan perdana, Tadarus Kitab Manbaus Sa’adah akan dilanjutkan melalui online mulai Senin 3 – 6 Maret mendatang.
[Alya Zykratul Rahma, Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Prodi KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Sunan Kudus]









































