SEMARANG,Suaranahdliyin.com — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Satupena Jawa Tengah berencana menerbitkan buku antologi puisi berjudul Nahdlatul Ulama dalam Bingkai Puisi. Penerbitan buku tersebut dimaksudkan sebagai upaya mendokumentasikan sekaligus merayakan kiprah Nahdlatul Ulama melalui karya sastra para penyair.
Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, didampingi Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Mufid Rahmat, mengatakan bahwa penerbitan antologi ini diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi para penyair sekaligus menjadi catatan sejarah dalam memotret perjalanan dan peran Nahdlatul Ulama.
“Melalui puisi, kami ingin menghadirkan cara lain untuk membaca perjalanan Nahdlatul Ulama. Sastra memiliki daya untuk merekam jejak sejarah, nilai-nilai, serta denyut kehidupan yang tumbuh di tengah masyarakat,” kata Gunoto Saparie, Sabtu (30/5/2026)
Menurutnya, buku antologi tersebut terbuka bagi masyarakat umum, khususnya penyair yang memiliki KTP Jawa Tengah. Para peserta diminta mengirimkan tiga puisi dengan tema Nahdlatul Ulama di Mata Penyair.
Selain karya puisi, peserta juga diwajibkan melampirkan biodata singkat, foto diri, dan bukti identitas berupa foto KTP Jawa Tengah. Seluruh karya dapat dikirim melalui surat elektronik ke alamat gunotosaparie@ymail.com.
Mufid Rahmat menambahkan, program penerbitan ini bukan sekadar proyek buku, tetapi juga ikhtiar kebudayaan untuk menghubungkan tradisi sastra dengan perjalanan organisasi keagamaan.
“Puisi sering kali menyimpan kesaksian yang tidak tercatat dalam laporan resmi. Kami ingin menghadirkan suara-suara penyair sebagai bagian dari narasi besar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ia mengatakan jika batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 4 Juni 2026. Adapun tim editor buku antologi tersebut terdiri atas Gunoto Saparie, Mufid Rahmat, dan Mohammad Agung Ridlo.
Menurut dia, setiap penyair yang puisinya terpilih untuk dimuat dalam buku akan memperoleh satu eksemplar antologi sebagai bentuk apresiasi dari panitia.
Mufid Rahmat juga berharap para penyair di Jawa Tengah dapat mengambil bagian dalam penerbitan buku ini. “Mari merangkai jejak Nahdlatul Ulama melalui puisi. Suara para penyair adalah bagian dari sejarah,”ajaknya.(adb/ros)




































