Prof Abdurrohman Kasdi: IAIN Kudus Komitmen Hidupkan Kearifan Lokal

0
436
Sesi pemaparan materi dalam IDEALS

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Memeringati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wasallam, IAIN Kudus menyelenggarakan International Dialogue for Empowering Archive, Library and Museum (IDEALS).

IDEALS yang digelar di Perpustakaan IAIN Kudus pada Rabu (4/10/2023) lalu itu, mengusung tema “Mediatization Applied Prophecthic Legacy for Global Peace (Prophet Muhammad’s Birthday Reflection)”.

Acara yang diikuti oleh kiai, akademisi, birokrat, mahasiswa, santri, pustakawan dan pegiat literasi ini dibuka oleh Rektor IAIN Kudus, Prof Abdurrohman Kasdi.

Prof Abdurrohman Kasdi berharap, IDEALS muncul ide-ide baru dalam rangka rekognisi sivitas Akademika IAIN Kudus terhadap pemikiran para tokoh. Mulai bagaimana menjadikan Rasulullah sebagai inspirasi bersama, sampai pada tokoh-tokoh Kudus.

”Para tokoh yang bisa menjadi inspirasi itu di antaranya Kanjeng Sunan Kudus, KH R Asnawi, KH Arwani Amin, KH Turaichan Adjhuri dan lainnya,” katanya sembari menyebut lembaga yang dipimpinnya berkomitmen menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal dan mengangkat pemikiran tokoh Kudus dan sekitarnya agar menjadi rujukan secara nasional.

Dr H M Fathi Royyani, narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga penulis biografi ”Kiai Abbas Buntet, Lokomotif Perjuangan Kemerdekaaan” sebagai bahan usulan pahlawan, mengutarakan pentingnya menghargai para ulama sebagai pahlawan bangsa.

Dalam pandangannya, konsep kepahlawanan perlu ditinjau kembali, yakni tidak sekadar perjuangan dimensi fisik (keterlibatan perang), tetapi juga perjuangan pembangunan jiwa dan karakter bangsa sebagaimana para ulama.

Sebagian peserta foto bersama usai acara

”Hari Santri Nasional (HSN) adalah kesempatan untuk melakukan refleksi diri tentang para ulama, yang nyata dalam perjuangan bangsa,” tegasnya dalam acara yang juga dihadiri Hasbi Sen MA dari Istanbul Foundation for Science and Culture.

Dr KH Anasom dari UIN Walisongo, pada kesempatan itu mengulas tentang keteladanan KH Sholeh Darat dalam merespon isu-isu perempuan. ”Termasuk teladan itu ketika KH Sholeh Darat mengakomodasi keinginan RA Kartini dengan tafsir al Qur’an Jawa,” tuturnya. (rls/ ros, rid, adb, mail)

Comments