Pesantren sebagai Pelindung Akhlak di Era Modern

0
532
Para ibu nyai pengasuh pesantren menjadi peserta halaqah RMI Jawa Tengah di Kendal

KENDAL,Suaranahdliyin.com – Hadir sebagai Nara sumber Halaqoh pengasuh pesantren yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah di Kendal, Sabtu, 25/01/25), Pengasuh Pesantren Nurul Qur’an Kajen Nyai Hj. Maftuhah Minan  menyoroti pentingnya pesantren sebagai pelindung bagi para santri di tengah era modern yang serba robotik.

Nyai Maftuhah mengatakan pesantren harus mampu membimbing santri agar tetap berakhlakul karimah, memenuhi kebutuhan mereka, dan melengkapi keilmuan sesuai perkembangan zaman.

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat pembinaan ilmu, tetapi juga wadah untuk menyalurkan bakat anak sesuai syariat.” ujarnya.

Dalam menjalankan kepengasuhan, Nyai Maftuhah menekankan pentingnya kasih sayang. “Hukuman fisik, perundungan, dan bentuk kekerasan lainnya harus dihindari,” terang Ketua Umum Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH) ini.

Bahkan, kata dia, takzir atau sanksi yang bersifat memberatkan, seperti denda uang, dianggap tidak efisien. “Sebaliknya, suasana pembelajaran yang menyenangkan perlu diciptakan agar santri lebih semangat belajar.” imbuh Nyai Maftuhah.

Lebih lanjut, Ibu Nyai kelahiran Gresik ini menyampaikan komunikasi antara pengasuh dengan wali santri sangat penting. Hal ini bertujuan agar para wali santri memahami perkembangan anak mereka di pesantren.

“Selain itu, pengasuh juga diharapkan dapat memfasilitasi pesantren dengan teknologi yang dibatasi penggunaannya agar tetap sesuai nilai-nilai Islam,”tegasnya.

Halaqah yang berlangsung di Pondok Darul Amanah Kendal ini bagian dari kegiatan bertajuk Naharul Ijtima RMI PWNU Jawa Tengah. Halaqah diikuti ratusan pengurus RMI dan pengasuh pesantren NU se Jawa Tengah. (zul/adb)

Comments