
TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com – Memgawali rangkaian peringatan hari Lahir ke-100 Masehi NU, Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Temanggung(PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Naharul Ijtima’ bertajuk “Ngawiji Kinabekten, Mituhu Ing Kapesten” Selasa (27/1/2026).
Bertempat di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari unsur MWC NU, Lembaga dan Badan Otonom PCNU Kabupaten Temanggung, BPP INISNU, INISNU Temanggung, AKPER Al-kautsar, KBIHU Babussalam NU dan undangan.
Ketua PCNU Temanggung KH Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemikat jam’iyyah.
”Kegiatan ini, semoga menjadi bagian penting sebagai pemikat, bagian ikhtiar kita dalam menjaga soliditas, pemikat rohani kita di lembaga NU, MWC NU, Tanfidziyah NU untuk sungkem, ngamini, mindengarkan tausiyah dari kasepuhan kita,” kata Gus Nurul.
Meski saat ini, lanjutnya, NU harus menyesuaikan dengan program dan perkembangan zaman, namun melalui ini, setidaknya bisa nderek nyadong doa, dan berkah dari jamiyah ini
Kegiatan ini merupakan Kick Off Harlah NU ke-100 Masehi di PCNU Kabupaten Temanggung. “Semoga momen ini menjadi wahana meningkatkan motivasi di tingkat struktur NU dari tingkat bawah sampai atas,” katanya.
Pihaknya mengajak semua hadirin benar-benar meluangkan waktunya, untuk menggerakkan pengurus Ranting NU, MWC NU, PCNU, Lembaga dan Badan Otonom, agar besok pada Puncak Harlah NU ke-100 Masehi, di Apel 10.000 Kader dan Parade bareng-bareng rawuh di Alun-alun agar masyarakat tahu bahwa NU terus melayani umat, lewat Masjid, Majelis Taklim, Lembaga-lembaga pendidikan di bawah PCNU Temanggung
”Perlu kita tampakkan kesolidan dan kekompakan kita besok Sabtu 31 Januari 2026 di Alun-Alun Temanggung, ” tegasnya.

Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Temanggung KH. Muhammad Furqon menegaskan bahwa Naharul Ijtima’ adalah kegiatan penting dan bentuk mengikuti tata kelola organisasi
Pentingnya Naharul Ijtima’, menurutnya, untuk menegaskan kedaulatan ekonomi, kedaulatan kesehatan, kedaulatan pendidikan dan politik.
”NU harus bersatu. Harus menjadi pelopor dalam segala hal,” ajaknya.
Kegiatan diakhiri dengan pembacaan Kitab Hikam oleh KH. Yacub Mubarok dan doa bersama. (Ibda/adb).







































