Pelajar Tak Ikut IPNU – IPPNU Ibarat Masakan Kurang Bumbu

0
308
Tokoh NU, Banom dan tokoh masyarakat menghadiri pelantikan IPNU – IPPNU Desa Cengkalsewu, belum lama ini

PATI, Suaranahdliyin.com – Pelajar NU Desa Cengkalsewu yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), resmi dilantik, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Pelantikan dilangsungkan di Gedung NU Sukolilo dihadiri pengurus Nahdlatul Ulama (NU), perwakilan dari masing-masing Banom dan tokoh masyarakat.  Nampak juga perwakilan dari pemerintahan desa dan unsur TNI.

M. Berryl Choliq (Erik), panitia kegiatan, mengutarakan, upacara pelantikan berlangsung lancar. “Alhamdulillah acara acara berjalan lancar, kendati ada beberapa yang perlu diperbaiki ke depan,” ujarnya.

M. Arifin Amin, wakil ketua II PAC. IPNU Kecamatan Sukolilo, mengatakan, pelantikan ini merupakan tonggak sejarah bagi Desa Cengkalsewu, karena di tahun inilah awal berdirinya IPNU-IPPNU secara resmi.

“Tentu banyak langkah yang perlu dipersiapkan untuk mengesahkannya, sehingga bukan hanya berdiri, namun bisa diteruskan selamanya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

M. Madanil, ketua terpilih, berharap setelah berdirinya organisasi ini, pelajar bisa belajar tentang pentingnya berorganisasi untuk bermasyarakat.

“Semoga dengan berdirinya ranting IPNU – IPPNU Desa Cengkalsewu ini, para pelajar semakin sadar pentingnya berorganisasi, guna bekal ketika bermasyarakat, dan mengantisipasi agat tidak terjerumus dalam kelompok radikal,” terangnya.

Menurut Hj. Sudarti S.Ag. M.Pd., ketua PAC. Muslimat NU Sukolilo, pelajar perlu bergabung dengan IPNU-IPPNU, karena menjadi pelajar-pemuda saja tidaklah cukup.

“Pelajar yang tidak ikut IPNU-IPPNU, ibarat masakan yang kurang bumbu. Mari bangun. Siap-siap, kemudian berlari mengejar pelajar-pelajar hebat di luar sana,” tegasnya memotivasi diamini Inarotul Wafiroh, S.Pd, pembina IPPNU Komisariat Miftahut Thullab. (arifin/ adb, gie, ros)

Comments