
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus menerjunkan puluhan anggota Garda Fatayat (GARFA) di posko pengungsi terdampak banjir. Bergabung dengan relawan NU lainnya, mereka tersebar di sejumlah titik posko untuk membantu warga terdampak banjir.
Komandan Satkorcab GARFA Kudus, Nilla Tijanil Jannah, mengatakan bahwa pihaknya mulai menerjunkan anggota sejak Selasa, (13/1/2026) setelah menerima instruksi dari PC Fatayat NU Kudus terkait terjadinya bencana banjir dan adanya warga yang mengungsi.
“Sebagai Garda Fatayat, kegiatan ini merupakan panggilan jiwa dan bentuk dedikasi jiwa dan raga serta kepedulian terhadap saudara yang membutuhkan wilayah terdampak,”ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan, bentuk kontribusi GARFA di posko pengungsian meliputi pengolahan data korban banjir, membantu operasional dapur umum, serta mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Terkait pesan kepada masyarakat, Nilla mengharapkan kondisi banjir segera surut dan kehidupan warga dapat kembali normal. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap semangat menjalani takdir ini. GARFA siap membantu sekuat tenaga yang kami miliki,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kabupaten Kudus, Hj. Farida, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek, termasuk dalam penanganan musibah banjir.
“Peran itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif Fatayat NU dan GARFA dalam kegiatan dapur umum, penyaluran bantuan sembako, serta pendampingan trauma healing bagi para pengungsi,”terangnya
Menurutnya, para pengungsi sangat merindukan suasana kebersamaan dan kekeluargaan di lokasi pengungsian. “Kehadiran Fatayat NU dan GARFA diharapkan mampu memberikan dukungan moral serta memastikan para pengungsi tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah.”ujar dosen UIN Sunan Kudus ini.
Di tempat pengungsian, kata dia, Fatayat NU dan GARFA juga mengisi ruang belajar anak-anak melalui kegiatan edukatif dan kreatif, seperti melipat kertas origami, mewarnai, bernyanyi, bermain, dan berdoa bersama.
“Upaya ini bertujuan menjaga semangat belajar dan menumbuhkan harapan, agar meski terdampak banjir, cita-cita anak-anak tetap terpelihara.” Imbuh Farida.
Farida mengharapkan peran GARFA ini dapat membantu memulihkan serta menguatkan kondisi psikologis para pengungsi, sekaligus menanamkan nilai ketakwaan, kesabaran dalam menerima qadha dan qadar, serta kepedulian untuk senantiasa memuliakan alam semesta.
Dari pantauan Suaranahdliyin.com, anggota Fatayat dan Garfa di semua tingkatan juga turut membantu menggalang donasi di sejumlah posko peduli kemanusiaan di MWC NU kecamatan maupun PRNU seluruh Kudus (yuliana/adb)








































