MPSN Virtual Ulas Pentingnya Media bagi Santri

0
269
Nyai Umdatul Baroroh (kiri atas) menyampaikan paparan dalam MPSN yang digelar secara virtual, kemarin

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Para pakar yang terdiri atas Kiai Imam Jazuli (pengasuh Pondok Bina Insan Mulia, Cirebon), Nyai Umdatul Baroroh (pengasuh Pondok Mansajul Ulum, Pati), Savic Ali (Direktur NU Online dan founder Islami.co) serta Prof Dr Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir (akademisi Australia), didaulat menjadi narasumber Muktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN) yang mengulas tentang ‘’Pesantren dan Tantangan Media’’ pada Jum’at (9/10/2020) kemarin.

MPSN kerja sama Kementerian Agama (Kemenag) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu digelar secara virtual, dan berlangsung dari pukul 14.00 hingga lebih dari pukul 16.00 WIB.

Selain para pakar itu, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf (pengasuh Pondok API Tegalrejo, Magelang) didaulat sebagai penanggap dalam MPSN yang dibuka oleh Prof Dr M Ali Ramdhani (Dirjen Pendidikan Islam) dan dipandu oleh Nurul Bahrul Ulum (peserta MPSN 2018).

Dalam paparannya, masing – masing narasumber mengakui pentingnya media dan literasi di era perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini. Kiai Imam Jazuli, misalnya, yang telah merasakan betapa dahsyat sebuah media, bahkan media sosial sekalipun, dalam mengenalkan sebuah lembaga dan menjalin komunikasi dengan pihak – pihak terkait.

Dia mengisahkan, saat mendirikan pondok Bina Insan Mulia (BIM) pada 2013, dirinya memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan lembaganya, termasuk dalam perjalanannya, menyosialisasikan keada public terkait program dan prestasi santri pondok. ‘’Sejak awal berdiri hingga sekarang, tidak pernah  bikin pamflet. Sosialisasi dilakukan dengan medsos,’’ akunya.

Nyai Umdatul Baroroh juga mengemukakan pentingnya medsos dan media seara umum. Pengasuh Pondok Mansajul Ulum itu bahkan menilai perkembangan teknologi digital mendorong peran Ning dan Bu Nyai dalam perannya transfer keilmuan pesantren kepada masyarakat secara luas.

‘’Di era kekinian, Ning dan Bu Nyai dengan perangkat digital yang dimiliki, cukup duduk di depan laptop atau HP, bisa menggelar pengajian,’’ tuturnya sembari mengemukakan betapa SDM pesantren yang luar biasa, banyak perempuan juga.

Sementara itu, selain Kiai Imam Jazuli dan Nyai Umdatul Baroroh, narasumber lain (Savic ali dan Gus Nadir) juga menyampaikan perspektifnya, yang kemudian setelah itu ditanggapi oleh Gus Yusuf. Setelah itu, narasumber diberi kesempatan menjawab berbagai pertanyaan yang masuk. (ros/ adb, rid)

 

Comments