MPSN, Ruang Silaturahim Intelektual Santri Nusantara

0
397
Presentasi tema “Santri, Cyber War dan Soft Literacy”.

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Sebanyak 126 peserta Muktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN) 2019 mempresentasikan karya call for paper ya, Ahad (29/9/2019).

Presentasi dilakukan masing – masing tema, dengan dipandu panitia sejak pukul 14.00 hingga menjelang Maghrib baru selesai.
Alfan, salah satu peserta MPSN, mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan mengikuti MPSN yang digelar kali kedua pada tahun ini, setelah tahun sebelumnya dilangsungkan di Yogyakarta.
“Saya sendiri tidak menyangka, paper yang saya kirim bisa lolos,” akunya kepada Suaranahdliyin.com.
Aktivis IPNU di Kabupaten Kudus yang juga mahasantri pada Ma’had Aly TBS Kudus, ini pun merasa mendapatkan kesempatan yang baik mengikuti MPSN.
“Selain mendapatkan banyak wawasan baru dari berbagai kalangan atau peserta lain, MPSN ini juga menjadi ruang yang baik untuk menjalin silaturahim,” paparnya.
M. Wahyu Arif Wibowo, peserta dari Ponpes Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, juga mengaku merasakan hal serupa. “MPSN ini menarik, karena mampu membuka wawasan dan saling bertukar pikiran dengan akademisi dan santri lain,” ungkapnya.
Dia menambahkan, beragam tema yang diangkat, juga dinilai kekinian dan untuk menjawab persoalan-persoalan yang mengemuka. “Harapannya paper yang masuk bisa diterbitkan dalam bentuk buku, agar bisa dikonsumsi oleh publik secara luas,” ujarnya.
Sedang Muslihin, peserta MPSN asal Institut Pesantren KH. Abdul Chalim mengapresiasi jalannya MPSN, yang dipandang sebagai forum menarik untuk melahirkan gagasan-gagasan intelektual dari kalangan santri. “MPSN ini sangat bagus, sebagai upaya mempererat silaturahmi dan akademisi dari kalangan santri, juga sebagai ruang interaksi intelektual yang diharapkan ikut memberi kontribusi positif bagi bangsa,” katanya. (ros/ adb, rid)

Comments