Merawat Tradisi Dalam Literasi

0
208

Oleh : Della Ameylia

Apa sih Merawat tradisi melalui literasi. Pastinya masih banyak masyarakat yang belum tahu arti dari makna tersebut.

Jadi sebenarnya makna dr kalimat merawat tradisi melalui literasi adalah merawat tradisi tradisi dalam bentuk literasi, agar tradisi tersebut selalu berkembang, dikenang dan tidak hilang dalam kemajuan zaman sekarang.

Dikutip dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Literasi ,literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Pada tanggal 25 Februari 2022 dilasir dari detik.com menurut Badan Pusat Statistik (BPS) masyarakat Indonesia menduduki angka 59,52, dengan durasi membaca 4-5 per jam per minggu dan jumlah buku 4-5 buku per triwulan.

Dalam data tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi dalam Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah, dari itu kita harus bisa merawat tradisi tradisi di Indonesia salah satunya ziarah. Zyiarah itu sendiri merupakan salah satu praktik sebagian besar umat beragama yang memiliki makna moral yang penting. Kadang-kadang ziarah dilakukan ke suatu tempat yang suci dan penting bagi keyakinan dan iman yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk mengingat kembali, meneguhkan iman atau menyucikan diri, serta meminta rahmat dari Allah Swt melalui orang orang yang berjasa dalam penyebaran islam contohnya ziarah pada makam Walisongo

Sedangkan Ziarah kubur memiliki arti mengunjungi makam orang yang sudah meninggal. Para penziarah turut mendoakan orang yang sudah tiada dengan membaca tahlil, selawat, atau surah-surah dalam Al-Qur’an.

Pada tradisi ini untuk memanjatkan doa untuk para wali, syekh, dan kita juga bisa belajar mengenai sejarah penyebaran agama Islam serta tentang kewalian.

Kebudayaan atau tradisi tersebut tentunya sangatlah cocok untuk kita ketahui dan memahaminya terutama bagi masyarakat, agar kita bisa lebih mengetahui serta menambah literasi pengetahuan tentang tradisi tradisi yang ada di Indonesia.

Tradisi ziarah bukan hanya sekedar berkunjung ke makam, namun juga sangat mengandung nilai nilai literasi karena berusaha menggali sejarah kepahlawanan, mulai dari sejarah masuknya islam, penyebaran islam dan berbagai sejarah sejarah lainya serta peran dan kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat setempat, seperti menambah perekonomian rakyat setempat, contohnya di sebuah makam yang ada di Wonobodro terdapat berbagai macam kontributor ekonomi yang menjual berbagai jenis jenis makanan khas Wonobodro, dan beberapa barang barang seperti tasbih al Qur’an dan sebagianya, nah dari tradisi tersebut dapat kita lihat bahwa dengan cara melestarikan tradisi dapat membantu masyakarat dalam dunia perekonomian.

Litrasi budaya ini merupakan kemampuan dalam memahami, bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Literasi budaya bisa tergambarkan lewat perilaku, makanan, pakaian, seni, upacara, dan sebagainya. Namun, semua itu termasuk dalam ekspresi dari nilai, tradisi, pola pikir, keyakinan, persepsi, dan status. Jadi agar lebih tahu dengan kebudayaan kita bisa melihat atau mencari-cari melalui internet, bisa juga dengan menanyakan kepada orang tua tentang budaya yang ada didaerah kita.

Kebudayaan ini banyak sekali nilai-nilai adat istiadat yang dapat diambil dari literasi budaya tersebut. dari berbagai segi seperti ziarah. Dalam tradisi ziarah ini saya berharap mampu membangkitkan geliat ekonomi masyarakat lokal dengan berjualan berbagai macam kebutuhan bagi para peziarah.

Ziarah juga bisa dibilang cukup terkenal hingga diberbagai daerah. Serta tempat untuk ziarah juga sudah diperbaruhi dan memiliki beberapa tempat yang cukup bagus dan menarik untuk kita kunjungi. Jika tingkat literasi budaya kita tinggi, maka kita akan menyadari pentingnya literasi, pentingnya kita membuka diri untuk bisa mengenali secara proaktif budaya lainya yang akhirnya menerima dan berujung dengan respek.

Dalai Lama XIV seorang pemimpin spiritual dari Tibet berkata “Semua tradisi agama utama pada dasarnya membawa pesan yang sama, yaitu cinta, kasih sayang, dan pengampunan. Hal yang penting adalah hal-hal tersebut harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari”

Dengan itu semoga kita bisa beradaptasi dan mengikuti perilaku serta tradisi budaya yang ada pada masyarakat tempat kita tinggal. Literasi budaya ini tidak hanya untuk individu saja melainkan juga untuk masyarakat. Agar tahu bahwa literasi itu untuk meningkatkan kemampuan memahami, menghargai dan menerapkan pengetahuan tentang kebudayaan serta tradisi tradisi yang di Indonesia

Mari kita lestarikan tradisi tradisi dalam bentuk literasi agar kita lebih mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia serta menambah rasa pada keanekaragaman dalam Indonesia.

Della Ameylia

Penulis beralamat Rt/Rw. 09/03 Dk. Kemranggen, Ds. Boja, Kec. Tersono, Kab. Batang. Ia lahir Batang, 17 mei 2006 dan masih berstatus siswi kelas XISmk Al Syairiyah Limpung

Catatan:
Artikel ini dipublikasikan untuk kepentingan lomba, sehingga tidak dilakukan proses editing oleh pihak redaksi.

Comments