LEBAR (AN)

0
497

Oleh: Rosidi

Malam ini, takbir berkumandang di masjid-masjid, musala-musala, bahkan tak sedikit kampung yang menggelar takbir keliling. Takbir yang menjadi penanda ‘’berlalu’’ (Lebar)-nya puasa Ramadan. Dan esok, umat Islam akan ber-Lebaran (Idul Fitri)l.

Di Indonesia, penanda datangnya Lebaran sebenarnya sangat banyak. Masjid – masjid dan musala menggelar khataman darusan dan peringatan nuzulul quran. Juga khataman ngaji pasanan di pondok-pondok pesantren.

Di Kudus, salah satu penanda Lebaran semakin dekat, yaitu adanya khataman tradisi Pengajian Darusan Umum 17-an Masid Al-Aqsha Menara Kudus. Darusan Umum Pengajian 17-an ini merupakan tradisi yang selalu menarik perhatian umat Islam di Kudus dan sekitarnya untuk datang.

Salah satu yang menarik dalam pengajian Darusan Umum Pengajian 17-an Menara Kudus, bukan saja para kiai yang mengisi tausiyah itu memang benar-benar pilihan, tetapi ada juga forum tanya jawab masalah keagamaan, kepada para kiai yang dihadirkan oleh panitia.

Dalam beberapa Ramadan terakhir, beberapa kiai yang selalu ‘’menemani’’ masyarakat untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul, antara lain KH. M. Ulil Albab Arwani, KH. M. Arifin Fanani, KH. Hasan Fauzi, dan KH. Em Nadjib Hasan.

Namun penanda Lebaran di Kudus tidak hanya itu. Pasar-pasar, baik tradisional maupun modern, biasanya kian ramai oleh pengunjung yang mencari kebutuhan berlebaran: baju maupun penganan Lebaran.

Televisi dan media massa lain, juga “menghadirkan” penanda lain, melalui berbagai pemberitaan dan iklan-iklan yang ditayangkan. Hampir setiap saat, ada iklan makanan, mana tempat tepat untuk berbelanja, sandal apa “yang tepat” untuk berlebaraan, dan tentunya liputan mudik yang menjadi program liputan khusus.

Mudik. Ya, ini juga menjadi penanda yang menarik setiap kali Lebaran akan datang. Tradisi mudik Lebaran ini bahkan tidak hanya menjadi perhatian nasional, melainkan global. Terlebih, tradisi mudik berikut tradisi halalbihalal (konon) hanya ada di Indonesia. Dan program khusus liputan mudik di berbagai media massa, ini biasanya telah diprogram jauh-jauh hari.

Terkait mudik ini, ada hal yang sangat menarik untuk diperhatikan. Yaitu bagaimana banyak pihak yang secara sukarela membantu kelancaran, kenyamanan dan keamanan pemudik, tanpa diminta.

Ada Banser milik GP. Ansor yang tahun ini membuka lebih dari 800 posko se Indonesia, Pramuka, Kokam, Senkom dan banyak organisasi lain yang terlibat, selain posko yang dibuka resmi pemerintah yang antara lain melibatkan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD dan lainnya.

Besok, Ramadan berlalu, dan Lebaran dirayakan. Semoga spirit Ramadan, dengan banyaknya kebaikan yang dijalankan, mesti dirawat dan senantiasa dirmanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari; Lebaran bukan penanda lebar atau berakhirnya berbuat baik seorang muslim, melainkan spirit Ramadan itu harus selalu dijaga nyalanya dari waktu ke waktu.

Met Lebaran. Selamat Idul Fitri. Semoga kebaikan senantiasa membersamai kita semua. Dan akhirnya, segenap kerabat kerja Suaranahdliyin.com mengucapkan minal aidin wal faizin. Nyuwun pangapunten sedaya lepat. (*)

Rosidi,

Penulis adalah Pemimpin Redaksi Suaranahdliyin.com

Comments