Laris Manis, Penerbit Cetak Lagi Buku “Gus Punk”

0
175
Buku “Gus Punk, Antologi puisi untuk Gus Dur”

KENDAL, Suaranahdliyin.com – Untuk memenuhi keinginan pembaca, Buku “Gus Punk, Antologi Puisi untuk Gus Dur” yang  diterbitkan oleh GUSDURian Kendal, Pelataran Sastra Kaliwungu dan Medan Keabadian Kata  telah dicetak kembali. Buku setebal 202 halaman edisi cetakan kedua ini sudah mulai beredar di masyarakat.

Menurut Ketua GUSDURian Kendal Shuniyya Ruhama Habiballah, buku Gus Punk sengaja cetak ulang yang kedua kali. Pada cetakan kedua terdapat tambahan kata pengantar dari putri Gus Dur Inayah Wulandari Wahid.

“Yang cetakan pertama belum ada kata pengantar dari Mbak Inayah Wahid.”jelasnya kepada Suaranahdliyin.com, Kamis (12/9/2019).

Buku Gus Punk ini berisi 111 sajak dari beragam penyair di Nusantara. Diantaranya, Dian Rusdiana, Helmiyah Marsya,Maria Ulfa D.P., Lukas Jono , Eko Tunas, Bony Safius,  Gunoto Sapari, Budi Maryono, Nunuk Wahyuningsih, Raedu Basha dan kawan-kawan.

“Buku ini adalah karya bersama para pecinta mbah Wali Gus Dur. Alhamdulillah cetakan pertama sangat laris manis,”ujar bu Nyai Shuniyya, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Inayah Wahid dalam kata pengantarnya mengungkapkan Gus Dur adalah tokoh yang utuh. Gus Dur sering disebut sebagai Semar, Bhisma, Santri maupun kiai. Gus Dur yang negarawan, tetapi juga Guru Bangsa di saat yang sama.

“Gus Dur yang sufi dan kaya kebijaksanaan hingga ia (yang dianggap) Presiden yang tak mampu beli celana. Gus Dur yang waskita dengan nilai-nilai klasik hingga Gus Dur kekinian yang Punk, pelambang pendobrakan terhadap kejumudan dan ketidakadilan. Semua ada, semua sah-sah saja.”tulis Inayah.

“Sebagai tokoh yang utuh, menyeluruh dan muncul dalam berbagai makna, salah satu faktor yang membawa Gus Dur pada posisi demikian adalah seni dan sastra.” lanjut Inayah

Sebagaimana Gus Dur, Inayah meyakini pentingnya posisi seni dan sastra untuk mengasah kemanusiaan dan kebijaksanaan kita. Terutama pada masa saat ini yang menjadikan identitas sebagai ujung tombak yang berujung pada munculnya kutub-kutub yang (agak) ekstrim di masyarakat. Kondisi ini memunculkan situasi yang tegang, gampang terpicu dan seperti mudah terprovokasi.

“Dengan situasi seperti ini sudah saatnya kebudayaan menjadi panglimanya, dengan seni dan sastra di garda depannya, mengembalikan kesadaran masyarakat dan menurunkan tensi yang semakin naik.”tandasnya

Hingga kini, buku edisi cetakan kedua sudah bisa dimiliki. Bagi yang membutuhkan buku GUS PUNK, Antologi Puisi untuk Gus Dur ini, bisa menghubungi no HP/WA 0857-2694-0489.(adb/ros)

Comments