KH. Syarofuddin : Ikut Rasulullah Jangan Dibuat Susah

0
759
KH. Syarofuddin Qoumas di Masjid Jami’ Asy Syarif Padurenan Gebog Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Supaya bisa meneladani Rasulullah, umat harus diberi pemahaman yang membahagiakan. Rasulullah adalah pribadi sempurna yang mudah ditiru perilakunya.

Demikian itu disampaikan oleh KH. Syarofuddin Qoumas dalam Pengajian Umum Peringatan Maulid Nabi Muhammad Keluarga Besar Masjid Asy Syarif Desa Padurenan Gebog, Sabtu (23/11/19).

“Kanjeng Nabi itu mudah ditiru. Contohnya sholat tidak bisa berdiri boleh dengan duduk. Umat jangan dibuat takut dengan pemahaman yang keliru,” katanya.

Ia menambahkan, seringkali umat hanya ditunjukkan perilaku Rasul yang berat-berat. Sehingga yang merasa tidak kuat justru semakin pesimis dan menjauh.

“Rasulullah tidak pernah mempersulit, jadi jangan sampai dibuat sulit untuk meniru akhlaknya,” imbuh pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibien Rembang itu.

Makanya, lanjut KH. Syarofuddin, Imam Bushiri itu tidak bingung untuk memuji Nabi. Sampe tercipta syair Burdah yang banyak itu sebab pribadi Rasul yang amat mudah dipahami.

“Itu karena saking mudahnya Rasulullah dipahami. Sesosok manusia mulia yang tidak ada cacatnya. Baik kawan ataupun lawan tidak pernah tahu kelemahannya,” sebutnya.

Pada kesempatan ini, KH. Syarofuddin juga menyampaikan pentingnya dakwah yang menyejukkan umat. Bagaimanapun juga pengajian haruslah menghibur dan membuat hati umat bisa bahagia.

“Kalau ada pengajian kok kiainya memprovokasi dan membuat hati umat menjadi pesimis tanyakan mondoknya di mana,” kelakarnya.

Menurut Kiai asal Leteh Rembang ini, dakwah yang diajarkan Rasulullah adalah dakwah yang penuh kegembiraan. Tujuannya agar umat diliputi perasaan selalu syukur, hatinya tenang dan tidak gusar menghadapi tantangan kehidupan.

“Makanya kiai-kiai NU kalau ngisi pengajian ini pasti suka guyon. Supaya umat ini bahagia hatinya dan sejenak bisa melupakan masalahnya,” paparnya.

Hadir pula pada kesempatan ini, Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, Habib Alwi bin Ali Bafaqih dan ratusan masyarakat desa Padurenan dan sekitarnya.

Dengan guyonan dan nada tertawa yang khas, masyarakat antusias mendengarkan ceramah KH. Syarofuddin yang berakhir tepat pukul 00.00 WIB. (rid, adb, gie /ros)

Comments