Ketua NU Lau : Tebarkan Sejarah Nabi Hingga Pelosok Negeri

0
453
Safari maulid di Musala Babul Jannah Pranak RT 04 RW IV Desa Lau Dawe Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Peringatan maulid nabi harus disebarkan ke pelosok negeri. Di mana pun dan kapan pun untuk mengenalkan sejarah kehidupan dan kemuliaan Rasulullah.

Demikian itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Lau, Kiai Ahmad Rifa’i dalam safari maulid di Musala Babul Jannah, Sabtu (02/11/19).

“Puji syukur, Alhamdulillah, remaja masjid di sini mau berkeliling menebar salawat hingga ke desa-desa terpencil,” ujarnya.

Menurut Kiai Rifa’i sekarang banyak generasi muda yang kecanduan HP sehingga sedikit yang tahu kisah-kisah kenabian. Padahal dengan kita mengenal kisah-kisah Nabi dan Rasul hidup akan terarah sebab mencontoh perilaku mulianya.

“Ini harus diantisipasi. Jangan sampai anak-anak di sekitar kita ini tidak tahu sejarah Rasul dan nabi-nabi yang lainnya,” katanya.

Kiai Rifa’i kemudian menukil beberapa qaul ulama dan hadist tentang kemuliaan memperingati maulid nabi. Kata dia, barangsiapa yang menghidupkan maulid Nabi akan terjamin hidupnya.

“Contoh kecilnya, ketika hadir di majelis yang diadakan warga, ada suguhan-suguhan seperti teh, jajan pasar dan sebagainya,” sebutnya.

Disampaikannya juga bahwa mengeluarkan satu dirham untuk peringatan maulid nabi seperti bersedekah emas segunung di jalan Allah. Akhirnya hidupnya cukup dan nikmatnya ditambahi terus dan terus.

“Itu bukti mencintai Rasulullah. Dan mencintai Rasulullah berarti juga mengikutinya dalam perilaku,” ujarnya.

Kiai Rifa’i menjelaskan orang yang senang mengumandangkan salawat hidupnya tidak akan miskin di dunia maupun akhirat.

“Untuk itu, mari kita selalu bersalawat. Sebab Allah dan malaikatnya saja bersalawat, maka kita juga harus bersalawat,” tuturnya.

Perlu diketahui, safari maulid ini diadakan oleh  Remaja Masjid Jami’ Roudlotul Jannah Pranak Lau Dawe. Mereka berkeliling ke musala-musala yang ada di desanya bersama grup hadroh Nurul Musthofa.

Acara inti biasanya dimulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Antusias masyarakat tergolong baik, baik yang muda maupun dewasa turut khidmat mengikuti jalannya acara. (rid/adb)

Comments