KH. A. Hasyim Muzadi: Harus Ada yang “Nyonggo” Pesantren

0
230
KH A Hasyim Muzadi/ Foto: tangkapan layar Channel Gontor TV

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sekolahan dan pesantren, adalah dua lembaga pendidikan yang memiliki perbedaan – perbedaan mendasar. Sekolahan itu menyajikan keilmuan (dirasah). Sementara pesantren ‘’menyajikan’’ kehidupan.

Demikian disampaikan KH. A. Hasyim Muzadi semasa hidup saat menjadi narasumber “Seminar Nasional Sistem Pendidikan Mu’allimin” yang ditayangkan oleh Channel Gontor TV sekira lima tahun lalu dan dilihat Suaranahdliyin.com, Senin (10/1/2022).

“Keilmuan kita itu bagian dari kehidupan. Maka di samping dirasah-dirasah, maka pelajaran-pelajaran yang ada di sekolahan, harus ada suasana mencetak orang yang akhlakul karimah yang siap berjuang,” terangnya.

KH Hasyim Muzadi pun menjelaskan, bahwa di pesantren menyangkut (pembinaan) akhlak, menyangkut jalan pikiran dan menyangkut masalah perjuangan ke depan sebagai bagian dari amanah.

“Maka pesantren harus ada kiainya. Kalau kiai tanpa pesantren, itu banyak. Tetapi jangan sampai ada pesantren tanpa kiai. Siapa yang melakukan al wa’du wal irsyad? Siapa yang melakukan uswatun hasanah?” ungkapnya. “Kalau ustaz bisa dibon, untuk mengajarkan masing-masing disiplin mata pelajaran ilmu,” lanjutnya.

Maka yang terpenting di pesantren, yaitu harus ada yang “nyonggo”. “Yang nyonggo pesantren itu siapa? Itu harus ada. Yang nyonggo pesantren ini tidak harus orang yang dahsyat dan memiliki keilmuan setinggi langit, tetapi hamba Allah yang penuh keikhlasan, istikamah dan penuh pengorbanan,” tuturnya.  (ros/ rid, adb)

Comments