Jadi Ketum PP Fatayat, Hj. Margaret Aliyatul Bakal Fokus 3 Program Penguatan

0
479
Ketua umum PP Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah (Foto : dok)

PALEMBANG, Suaranahdliyin.com – Hj. Margaret Aliyatul Maimunah akhirnya ditetapkan sebagai ketua umum (ketum) Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU masa khidmah 2022 – 2027. Dalam sidang tertutup pemilihan pada Kongres Fatayat di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang Sumatera Selatan Sabtu (16/7/2022), ia terpilih secara aklamasi menggantikan ketum lama Anggia Ermarini.

Saat sambutannya, Hj. Margaret menyatakan kesiapannya menjadi ketum PP Fatayat NU atas dasar niat hati yang paling dalam untuk hidmah pada organisasi banom perempuan NU. Dikatakan, dirinya mengaku telah meminta doa restu, izin Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang dan PCI Fatayat NU seluruh Indonesia.

Bismillahirahmanirrahim, saya kembali siap menjadi ketum PP Fatayat 2022-2027,”ujarnya yang disambut gembira seluruh peserta Kongres.

Terkait program ke depan, komisioner Komisi Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) ini akan focus pada penguatan kaderisasi, pemanfaatan teknologi digital dan penguatan fatayat sebagai sumber pengetahuan Islam.

“Tentu saja, kita juga tetap akan melanjutkan program-program sebelumnya, seperti dakwah Fatayat NU, isu  perempuan, ibu dan anak serta kemandirian ekonomi,”terangnya dalam wawancara dengan TVNU.

Ia menguraikan kaderisasi adalah jantung atau ruhnya organisasi. Karenanya, penguatan kaderisasi harus dilakukan dan ditingkatkan secara massif.

“Penguatan kaderisasi bisa untuk meningkatkan komitmen kader militan di semua tingkatan,”tandas Margaret yang sebelumnya menjabat sekretaris PP Fatayat NU.

Margaret menambahkan kader Fatayat NU harus bisa menaklukkan tantangan tehnologi digital. Fatayat harus melakukan pemanfaatan kecanggihan tehnologi untuk kepentingan dakwah NU

“Konsen kami kedepan, mendorong terciptanya media Fatayat melalui pemanfaatan tehnologi,”ujarnya.

Margaret juga memiliki keinginan yang kuat menjadikan Fatayat NU sebagai sumber pengetahuan Islam. Ia berharap Fatayat NU bisa sebagai rujukan sumber agama utamanya pada penguatan ibu dan anak.

Kongres XVI Fatayat NU ini berlangsung 15-17 Juli. Wakil presiden KH.Ma’ruf Amin membuka secara resmi kongres yang diikuti peserta PW, PC dan PC Istimewa Fatayat NU.(adb/ros).

Comments