Ini Pesan Ketum PBNU dan Para Tokoh dalam Silatnas III Bu Nyai Nusantara

0
661
Tangkapan layar Ketum PBNU memberikan pengarahan kepada peserta Silatnas III Bu Nyai Nusantara/ Foto: istimewa

SEMARANG, Suaranahdliyin.com  – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan pengarahan kepada peserta Silaturahim Nasional (Silatnas) III Bu Nyai Nusantara yang diselenggarakan oleh Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah di Semarang, Senin (7/11/2022).

Gus Yahya, menyampaikan, bahwa struktur organisasi NU telah ada dan terus ditata. Di tubuh organisasi NU ada lembaga dan ada badan otonom (Banom). “Fungsi RMI mengikuti fungsi NU. Harus menduduki fungsi masing-masing agar NU bisa berfungsi secara efektif, bergerak dan konstruktif, terutama dalam melayani aspirasi warga NU. Termasuk merumuskan kebijakan tentang pemenuhan hajat atau aspirasi pondok pesantren,” tuturnya.

Dia menambahkan, PBNU kini tengah sibuk membangun desain sistem nasional untuk berbagai sektor, aktivitas dan agenda yang sudah dijalankan. PBNU telah membuat skema, tatanan, yang mengatur lembaga di dalam organisasi NU adalah berfungsi mengolah, mengelola dan menetapkan kebijakan baik berupa agenda, haluan serta model kegiatan organisasi secara keseluruhan.

“Maka Bu Nyai Nusantara tidak boleh menjadi struktur organisasi tersendiri yang terpisah dari struktur NU yang sudah ada. Kemarin ada wacana akan jadi divisi di RMI, saya katakan tidak boleh. Karena RMI lembaga yang menetapkan kebijakan termasuk memenuhi hajat pondok pesantren putri, Bu Nyai dan fungsinya sebagai pengasuh pesantren,” katanya.

Berlangsung Meriah

Silatnas III Bu Nyai Nusantara di Semarang sebagai lanjutan dari Silatnas I (Surabaya) dan Silatnas II (Lampung), berlangsung meriah sejak sebelum pembukaan. Digelar di Hotel Patra Semarang pada Senin-Selasa, (7-8/11/2022), ratusan Bu Nyai hadir dari seluruh penjuru nusantara.

Di dalam Ball Room hotel digelar sidang-sidang, di halaman hotel digelar Pameran Produk Bu Nyai mewakili pondok pesantren. Meriah dan ramai, karena banyak pula para kiai ikut hadir mendampingi sang istri, tidak masuk dalam hotel melainkan mendatangi lokasi pameran.

Panitia Silatnas III Bu Nyai yang dipimpin Ning Nawal Nurul Arofah (SC) dan Nyai Maunah (OC), mendapat dukungan berupa rekaman video pendek berisi ucapan selamat dan harapan plus doa dari para kyai dan bu nyai.

Video tersebut di antaranya didapat dari tokoh sepuh, Nyai Muhsinah Cholil (ibunda Ketum PBNU), KH A Musthofa Bisri (Mustasyar PBNU), dan Nyai Ainur Rohmah Ponpes Annuriyah Surabaya.

Nyai Muhsinah Cholil mewakili Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jateng, dalam video rekamannya menyampaikan “Selamat dan sukses Silatnas III Bu Nyai Nusantara. Semoga membawa berkah dan maslahat bagi umat. Amin Ya Robbal Alamin”.

Nyai Muhsinah juga hadir di Semarang dan memimpin doa pada Pembukaan Silatnas III tersebut. Bersambung dengan para Nyai sepuh lain yang bergantian memimpin doa.

Adapun KH A Musthofa Bisri mengucapkan: “saya menyampaikan selamat dan sukses, semoga silaturahmi nasional ini mendapat ridho dari Allah Taala. bermaanfaat dan barokah. terima kasih. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.”

Ucapan selamat melalui rekaman video juga datang dari Ketua PWNU Jawa Timur Kiai Marzuqi Mustamar, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr KH Imam Taufiq, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah KH Ahmad Darodji.

Selain itu, dari Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri, Pengasuh Ponpes As-Saidiyah Jombang Kiai Anwar Iskandar, dan dari Pengasuh Pobpes Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri Nyai Azza Kafabih.

Datang pula ucapan selamat dari Pengasuh Ponpes Al-Mahrusiyyah Lirboyo, Kediri  Gus Reza Ahmad, dari Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jateng diwakili Nyai Ida Nur Saadah, dan dari Ketua Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia Kiai Abdul Ghofar Rozin. (rls, ikhwan/ anam, ros, adb, syim, rid)

Comments