“Hadirkan” Nabi Muhammad dengan Menjalankan Sunnahnya

0
286
Habib Abdullah Al Muhdlor dalam Kajian Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah di kediaman Habib Umar Al Muthohar, Semarang, Sabtu (5/2/2022) kemarin

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Dalam setiap keadaan, kita selalu dianjurkan untuk mengingat kepada Nabi Muhammad Saw. “Menghadirkan” Nabi Muhammad, bisa dilakukan dengan melakukan sunnah-sunnah Nabi.

“Setiap kita bangun, setiap berbaring, ke kamar mandi, itu ketika ingat ke nabi, beliau bersama kita,” begitulah ungkap Habib Abdullah Al Muhdlor dalam Kajian Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah di kediaman Habib Umar Al Muthohar, Semarang, Sabtu (5/2/2022).

Dalam kesempatan itu, Habib Abdullah menyampaikan banyak sekali amalan yang bisa dilakukan untuk menghadirkan Nabi Muhammad dalam hidup kita, tergantung bagaimana setiap orang mau menjalankan sunnah Nabi atau tidak.

“Memang nabi berpindah alam, akan tetapi nabi bisa bersama kita, tergantung kita mau berusaha menghadirkan nabi lewat sunnahnya,” kata Habib Abdullah.

Habib Abdullah juga mengatakan warisan Nabi Muhammad yang paling berharga bukanlah harta benda berupa emas atau dirham. Melainkan ilmu yang diajarkan kepada umatnya.

“Nabi tidak pernah meninggalkan warisan harta, warisan nabi adalah ilmu, tidak emas dan dirham,” terangnya.

Orang yang paling berhak menerima warisan nabi adalah para ahli bait atau keluarga nabi. Ahli bait, kata Habib, mendapat keistimewaan dari Allah berupa pemahaman ilmu dan pemahaman yang ada di Al-Quran.

“Sayidina Ali ketika ditanya adakah keistimewaan yang khusus diberikan kepada ahli bait, Ali menjawab, keluarga nabi diberi pemahaman yang ada dalam Al-Quran,” cerita Habib.

Al-Quran, sambung Habib, selalu relevan dan dapat menjadi pegangan umat di setiap zaman, sampai kapanpun. Dari Nabi Muhammad sampai ahli bait sudah mendalami Al-Quran.

“Ilmu dalam Al-Quran ini untuk siapa pun, semua bisa. Dengan melazimi taqwa, mengetahui mana yang benar, dan mana yang salah. Sungguh tidak ada yang tau kemuliaan kecuali orang-orang yang mendapat kemuliaan,” pungkasnya. (hasyim/rid)

Comments