Gus Nasih Ulas Metode Dakwah yang Relevan di Era Kekinian

0
656
Gus Nasih menyampaikan paparan dalam Rijalul Ansor Kecamatan Mejobo, baru-baru ini

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Isu dunia yang sedang diserang dengan ideologi-ideologi yang multitafsir seperti sekarang, sudah diprediksi Rasulullah Muhammad Sholaallohu ‘alaihi wasallam sejak dulu kala.

Hal itu mengemuka dalam paparan KH. Sa’aduddin Annashih Lc. M.Pd.I dalam Majelis Dzikir dan shalawat Rijalul Ansor Kecamatan Mejobo, Selasa (14/1/2020) malam lalu. “Masa di mana kita jalani sekarang, dihadapkan dengan adanya pendapat-pendapat yang simpang siur dan berseberangan,” terangnya.

Gus Nasih –sapaan akrab KH. Sa’aduddin Annashih- pun kemudian mengulas beberapa contoh dakwah yang dianggap relevan diterapkan pada masa kini. ‘’Salah satu contohnya adalah dakwahnya sebagaimana dilakukan Syech Jalaluddin As-Suyuthi,’’ ungkapnya.

Dia mengemukakan, dakwah yang dilakukan Syech Jalaluddin As-Suyuthi tidak mengedepankan provokasi isu yang sedang berkembang. Ketika ia berpendapat, selalu diserang oleh ulama-ulama pada saat itu.

“Kunci keberhasilan Rasulullah adalah mempunyai kasih sayang yang diberikan kepada kawan dan lawan, baik manusia dan hewan. Ajaran seperti itu, kini dikenal dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Selalu mengedepankan kesabaran. Menyejukkan. Salah satunya  dengan adanya tradisi maulid dan ratibul haddad,’’ katanya.

Lebih lanjut, Gus Nasih menyampaikan resep Sahabat Umar bin Khattab RA, untuk dapat berkomitmen dengan agama. “Tidak ada Islam yang berkembang pesat jika tidak kebersamaan (organisasi). Tidak ada organisasi jika tidak ada pemimpin. Dan tidak ada pemimpin jika tidak bisa diteladani,” tuturnya. (mail, gie, luh/ adb, rid, ros)

Comments