Gus Hana Sya’roni Jelaskan Isi Kandungan Fatihah

0
1455
KH. M. Yusrul Hana Sya’roni (Gus Hana)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pengajian tafsir Al Qur’an Jumat fajar di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus dimulai kembali bersama KH. M. Yusrul Hana Sya’roni atau Gus Hana, Jumat (04/02/2022).

Gus Hana menjelaskan, isi kandungan surat Al-Fatihah ayat ke 1 dan 2 menunjukkan bahwa Allah mengajari umat manusia untuk bersyukur setelah diberi nikmat oleh Allah.

“Setelah lafal bismillahirrahmanirrahim, Allah mengajarkan kita untuk membaca Alhamdulillahirobbil ‘alamin,” jelas Gus Hana.

Lebih lanjut, putra ulama kharismatik KH.Sya’roni Ahmadi ini menyampaikan makna kata Rohman dan Rahim pada ayat ke 3. Ia memaparkan, Rohman bermakna Dzat yang memberi nikmat yang besar, sedangkan Rohim adalah Dzat yang memberi nikmat yang lembut-lembut.

“Manusia diciptakan di dunia itu termasuk nikmat yang besar, bisa melihat, makan dan minum, merasakan sehat jasmani rohani. Setelah mendapat nikmat dari Allah kita diajarkan untuk bersyukur,” paparnya.

Disampaikan pula, alam semesta merupakan bukti atau tanda wujudnya Allah SWT. Alam, kata Gus Hana itu pasti berubah, sesuatu yang baru, dan segala sesuatu yang baru itu pasti ada yang menciptakan.

Pada ayat selanjutnya, Gus Hana menjelaskan tafsir ayat Maliki yaumiddin. Kata ‘Yaumiddin’ disebutkan secara khusus untuk menunjukkan kekuasaan Allah pada hari kiamat nanti.

“Ketika di dunia ada banyak yang mengaku Tuhan, seperti Firaun, Namrud dan sebagainya. Tapi besok ketika hari pembalasan, Allah menunjukkan kekuasaannya,” sebut Gus Hana.

Berikutnya, Gus Hana manyampaikan bahwa memohon pertolongan hanya ditujukan kepada Allah. Seperti kandungan ayat ke 5 dan 6, sebab manusia telah diberi pertolongan untuk beribadah dan menghindari maksiat.

“Minta pertolongan khusus kepada Allah, sebab kita telah diberi kekuatan ibadah sholat puasa, haji itu karena pertolongan Allah,” tandasnya.

Terakhir, Gus Hana menyebut jalan yang lurus pada makna lafal ‘Ihdinash shirotol Mustaqim’ ialah jalan orang-orang yang diberikan kenikmatan dan petunjuk oleh Allah.

“Bukan jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka adalah orang-orang yang membenci Allah dan orang yang sesat,”terangnya.(Hasyim/rid)

Comments