Melalui Majelis Lailatul Isnād, GP Ansor Jatim Teguhkan Tradisi Sanad dan Intelektualitas

0
31
KH Aly Mas’adi menerima kenang-kenangan di Majelis Lailatul Isnād

SURABAYA, Suaranahdliyin.com – Mantap! GP Ansor Jawa Timur kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya dikenal dengan militansi gerakan, tetapi juga kokoh dalam tradisi intelektual dan spiritual.

Hal itu ditegaskan dalam Majelis Lailatul Isnād yang dilangsungkan di Graha Ansor Jawa Timur pada Senin (16/2/2026) malam.

Dalam kgiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga menjelang dini hari tersebut menghadirkan Al-Musnid KH. Aly Mas’adi, Katib dari ulama besar asal Padang, Syekh Yasin al-Fadani.

Nampak hadir ratusan kader GP Ansor dan santri, memadati aula. Tujuannya, tak lain untuk mengikuti pembacaan dan ijazah 40 Hadits Musalsal, sebuah mata rantai transmisi ilmu yang tersambung hingga kepada Rasulullah.

KH Aly Mas’adi dalam tausiyahnya menyampaikan ijazah ‘āmmah melalui dua hadis penting: Hadis Musalsal bil Awwaliyah yang menegaskan nilai kasih sayang, serta Hadis Musalsal bil Mahabbah tentang cinta.

Kiai Aly Mas’adi menuturkan, esensi pengutusan Nabi adalah rahmah. Karena itu, seorang murid hendaknya memantaskan diri sebagai pewaris risalah dengan menanamkan kasih sayang dalam hati sebelum menyebarkannya kepada sesama.

Sang kiai juga menyontohkan keteladanan sahabat Muadz bin Jabal, yang secara langsung menerima ungkapan cinta dari Rasulullah sebagai bagian dari pendidikan ruhani.

Sedang ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Musaffa Safril, mengemukakan, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Ansor dalam menjaga amanah para kiai dan muassis Nahdlatul Ulama (NU), tidak hanya secara organisatoris, tetapi juga dalam merawat tradisi keilmuan.

“GP Ansor harus menjadi navigator ilmu yang aktif, membumi, dan kredibel sebagai penjaga sunnah,” tegasnya diamini Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PW GP Ansor Jatim, Abdulloh Hamid.

Sementara itu, forum tersebut juga dihadiri oleh H Shampton Masduqie (kepala kantor Kemenag Kota Malang) beserta istri, Ning Raudloh Quds. (ah/ ros, adb, rid, gie, mail, luh)

Comments