Dorong Transformasi Digital, LP Ma’arif Jateng dan BDK Semarang Perkuat Profesionalitas SDM Pendidikan

0
63
Ketua LP Ma’arif NU Jateng Fakhruddin Karmani bersama usai menyematkan tanda peserta Diklat

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Balai Diklat Keagamaan Semarang menggelar Pelatihan Kepala Madrasah, Perpustakaan dan Laboratorium di lingkungan Madrasah Ma’arif se-Jawa Tengah., Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Semarang ini diikuti 140 peserta dari berbagai daerah.

Diklat terbagi dalam empat kelas, yakni diklat kepala madrasah dibagi menjadi dua kelas, kepala perpustakaan, dan kepala laboratorium, dengan fokus pada penguatan kompetensi kepemimpinan, pengembangan literasi, serta percepatan transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan.

Ketua LP Ma’arif Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan dunia pendidikan.

“Penguatan literasi, peningkatan minat baca, serta adaptasi terhadap transformasi digital merupakan kunci agar madrasah Ma’arif terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan Balai Diklat Keagamaan sebagai upaya strategis memperkuat kualitas SDM pendidikan Ma’arif di Jawa Tengah.

“Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif Jawa Tengah dan Balai Diklat Keagamaan Semarang berharap lahir pemimpin pendidikan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memperkuat budaya literasi dan inovasi pembelajaran di lingkungan Madrasah Ma’arif.”imbuh Fakhrudin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, menyampaikan apresiasi terhadap semangat peserta diklat yang didominasi generasi muda.

“Kepala madrasah di lingkungan Ma’arif banyak diisi generasi muda yang energik dan kreatif. Ini menjadi modal besar untuk kemajuan pendidikan. Kami berharap peserta meningkatkan disiplin, profesionalitas, dan kompetensi agar mampu bersaing secara nasional maupun global,” ungkapnya.

Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga mendorong kepala madrasah dan tenaga kependidikan Ma’arif untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan dan kualitas pendidikan.(rls/adb)

Comments