Gus Bab Minta Warga Nahdliyin Bantu Pembangunan Gedung Sekolah ABK

0
504
KH M Ulil Albab berkenan melakukan peletakan batu pertama pembangunan jilid II sekolah untuk ABK, Ahad (28/2/2021) pagi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Kudus, KH M Ulil Albab Arwani meminta masyarakat mendukung pembangunan gedung sekolah Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang berlokasi di sekitar sebelah barat Pasar Jember Kudus, Ahad (28/2/2021) pagi.

Gus Bab -sapaan akrab KH M Ulil Albab Arwani- menyampaikan hal itu usai melakukan peletakan batu pertama tahap II pembangunan gedung sekolah untuk ABK yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Kota.

Nampak hadir pada kesempatan itu, selain Gus Bab, ada H Saifullah (wakif), H Asyrofi Masyito (Ketua PCNU Kudus), Nyai Hj Chumaidah (Ketua PC Muslimat NU Kudus), Kiai Miftah Baidlowi (Ketua MWC NU Kota), juga tokoh-tokoh lain seperti seperti KH Syaiun Adhim, H Samsul Ma’arif, dr H Abdul Hakam, H Asyrofi, serta jajaran pengurus MWC NU Kota dan Badan Otonom (Banom).

“Saya minta warga NU betul-betul memperhatikan, karena ini juga nanti bisa termausk amal jariyah, amal yang tidak putus walaupun kita mati,” tutur Gus Bab.

Ini sangat bermanfaat, kalau pondok (pesantren) atau masjid sudah banyak yang beramal, tetapi ini kadang-kadang kita lupa. “Maka ini (pembangunan sekolah untuk ABK, re) ini perlu kita dukung dan kita perhatikan,” lanjutnya.

Gus Bab yang juga pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an itu pun mengajak warga yang memiliki rizki lebih, membantu pembangunan sekolah untuk ABK ini. “Semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda bagi yang membantu (pembangunan sekolah ini, reda),” katanya.

dr H Abdul Hakam mengutarakan, bahwa penderita autis ternyata masih cukup banyak. Sekitar delapan persen dari seluruh anak. “Banyak lahan (ruang) untuk mengabdikan diri kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Kalau ke depan bagaimana pengelolaannya, dikatakan itu persoalan nanti. “Yang penting pembangunan terlaksana. Target kita secepatnya. Kalau bisa setahun. Kalau tidak bisa, dua tahun. Sehingga pada Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), sudah bisa terwujud gedung sekolah ABK dan gedung serbaguna ini,” paparnya. (zam, ros/ rid, adb)

Comments