Indarto: PRNU Jepang Harus Mampu Berinovasi di Era Digital

0
307
Tasyakuran sederhana Harlah ke-98 NU oleh PRNU Desa Jepang, baru-baru ini

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Bertempat di TPQ Mashalut Ta’lim, Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus menggelar tasyakuran peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-98, Sabtu (27/02/2021) malam lalu.

Digelar secara sederhana, terbatas dan mematuhi protokol kesehatan, nampak hadir pada kesempatan itu Indarto ST (Kepala Desa Jepang), sejumlah tokoh seperti KH Abdul Hamid, H Ridlwan, H Sunarto, Kiai Sulkan, Ustaz Moh Ridlwan (ketua PRNU), serta jajaran pengurus PRNU dan Banom.

H Sunarto (Rois Syuriyah PRNU Jepang), pada kesempatan itu mengajak yang hadir untuk selalu menjaga amaliyah NU. “Mari kita jaga amaliyah ahlussunnah wal jamaah, dimulai dari lingkungan sendiri, keluarga hingga masyarakat sekitar,” katanya.

Dia menyampaikan, bahwa adanya gempuran teknologi informasi dan komunikasi sekarang, banyak berita yang mendegradasi nilai-nilai yang digaungkan NU maupun tradisi Indonesia. “Melihat kondisi demikian itulah, maka kita harus menjaga dan perkuat amaliyah NU,” tegasnya.

Disampaikannya pula, bahwa berkhidmat di NU itu harus diniati dengan ikhlas. Sebab, dengan keikhlasan itulah, maka akan mendapat barakah dari masyayikh pendiri NU. “Ora usah ragu, cancut taliwondo untuk selalu  berkhidmat di NU,” tandasnya.

Indarto, menyampaikan, sinergisitas NU dengan pemerintah desa memunculkan komitmen yang baik dalam menciptakan kondusivitas  masyarakat. “Kami mendukung kegiatan-kegiatan NU, dalam rangka terwujudnya tatanan kedamaian dan saling menghargai keberbedaan, toleran, dan untuk mempertahankan dan kesatuan NKRI,” tuturnya.

Kepala Desa Jepang itu menyebut, dalam bidang pendidikan, NU berkontribusi penting melalui lembaga pendidikan di bawah naungannya, baik TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), Madrasah Ibtidaiyyah (MI), dan lainnya.

“Mari bersama kita diperkuat, sehingga arus-arus yang kian marak di medsos untuk melemahkan tradisi asli Indonesia, tidak menyerang secara menerus. Dan ke depan, NU di Jepang harus mampu berinovasi sesuai perkembangan zaman, baik digitalisasi ataupun penguatan ekonomi organisasi,” paparnya.

Ustaz Moh. Ridwan, Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Jepang, mengemukakan, bahwa ada program jangka pendek hingga jangka panjang terkait perekonomian, kesehatan dan pendidikan. “Ketiga program itu antara lain melalui Yayasan Al- Kamal yang menaungi pendidikan, kesehatan maupun perekonomian bagi yatim dan kaum dhuafa. “Agar gerakannya masif dan lebih baik lagi, maka harus saling bekerja sama,” katanya. (fakhrudin/ gie, rid, adb)

Comments