Film “Aku Anak Panti” Karya Pelajar Kudus Juara 1 Festival Nasional IPNU

0
655
Perwakilan PC IPNU Kudus (paling kiri) menerima penghargaan dari PP IPNU di GOR Soemantri Brodjonegoro, Ahad (23/02/2020) malam.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Film pendek “Aku Anak Panti” karya PC IPNU Kabupaten Kudus berhasil menjuarai Festival Film Nasional yang diadakan PP IPNU. Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan dalam acara Gebyar Harlah ke-66 IPNU di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Ahad (23/02/2020) malam.

Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus, Muhammad Chasan Fauzi menanggapi hal tersebut dengan ungkapan syukur. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari usaha dan doa dari rekan dan rekanita IPNU-IPPNU Kudus.

“Alhamdulillah, berkat doa dari rekan-rekanita semua film berjudul ‘Aku Anak Panti’ bisa menyandang juara 1, ini merupakan penghargaan yang istimewa tentunya,” ungkap Fauzi.

Film “Aku Anak Panti” sendiri berkisah tentang kehidupan seorang remaja yang tinggal di panti asuhan. Meski tak jarang dia menjadi sasaran bullying oleh teman-temannya, namun ‘anak panti’ tersebut adalah pribadi yang gigih dan mandiri. Sehari-hari ia berjualan pentol di depan Menara sambil sholawatan dengan suara yang menentramkan hati pembelinya.

Suatu hari, grup musik sekolahnya hendak mengikuti lomba cover lagu sholawat tingkat nasional. Hari perlombaan semakin dekat namun anggota grup musiknya belum solid. Mereka selalu latihan tanpa seorang vocal karena sering beralasan.

Akhirnya, pelatih pun bertemu dengan ‘anak panti’ tersebut dan memasukkan dia ke anggota grup. Meski awalnya diragukan oleh anggota grup lainnya, namun ‘anak panti’ tersebut bisa membuktikan bakatnya dan bisa menjadi juara.

“Film tersebut mengandung amanat agar kita tidak memandang rendah orang lain, sebab masing-masing orang pasti memiliki kelebihan,” kata Fauzi.

Ia menambahkan, pencapaian ini akan bisa lebih memotivasi para pelajar di Kudus untuk semakin giat berkarya. Kreativitas menjadi nilai penting yang harus terus digali oleh para pelajar dalam perannya berkontribusi untuk NKRI.

“Harapannya akan semakin banyak pelajar NU, khususnya di Kudus, yang kreatif dan inovatif dalam berkarya. Apapun hasilnya jangan sampai takut untuk berkarya sebab itu kunci untuk membuka pintu sukses berikutnya,” imbuhnya. (rid/adb)

Comments