Bergabung di GP. Ansor Berharap Berkah Kiai

0
1378
Mujiburrohman/ Foto: mufid.web.id

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Banyak orang yang masih salah paham dengan gerakan sosial keagamaan yang dilakukan GP. Ansor dan Barisan Serba Guna (Banser). “GP. Ansor dan Banser selalu diejek tapi tidak mempan. Sebab semuanya dilakukan atas niatan tulus membela agama dan negara,” tegas Mujiburrohman, Ketua PP. GP Ansor saat membuka Konfercab VIII GP Ansor Kota Semarang di Aula MA Nurul Huda, Mangkang, Semarang, Ahad (8/4/2016).

Atas ejekan dan hinaan itu, Mujib yang juga Ketua Korwil Jateng-DIY, meminta semua kader muda NU yang tergabung dalam Ansor harus kompak. Ansor sudah bagus, jangan sampai menjadi tidak bagus karena kesalahan anggotanya.

“Niat bergabung di GP. Ansor adalah untuk memperbaiki diri dengan mengharap berkah para kiai” tegas alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini melalui rilis yang dikirim oleh Tim Humas PC GP Ansor Kota Semarang.

Kalau masih ada yang masuk GP. Ansor dan Banser hanya untuk bangga-banggaan dan berebut kekuasaan, itu tidak etis. Apalagi jika jumawa menyatakan kalau tanpa peran seseorang, GP. Ansor akan hancur. “Itu namanya sudah tidak sesuai akhlak santri” ungkapnya.

Tradisi pemilihan Ketua GP. Ansor di semua tingkatan tidak lagi menggunakan voting. Ansor selalu mengedepankan musyawarah mufakat. “GP. Ansor tidak mengenal konflik internal. Semua diselesaikan dan dirembug dengan baik agar Ansor semakin maju,” papar Wakil Komandan Densus 99.

Jika masih ada kader Ansor yang jumawa ingin keluar dari organisasi karena gagal memimpin, dipersilakan. Hanya Mujib mengingatkan, keluarnya kader dari GP. Ansor sama dengan keluar sebagai santrinya Mbah KH. Hasyim Asy’ari.

“Itu sama artinya juga dengan tidak butuh para ulama sebagai penuntun hidup. Sebab GP. Ansor adalah santri-santri yang rindu nasihat para kiai,” mantan Ketua PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ini menambahkan.

Mujib pun mengajak kader GP. Ansor dan Banser untuk berani menuntaskan problem sosial yang kini marak. “GP. Ansor harus berani melawan oknum bangsa yang mengganti konsensus Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI da UUD 1945 dan berani menghadapi kelompok kecil yang menjadi dominasi umat Islam,’’ katanya. (gie/ adb, ros)

Comments