Ngaji Politik di UIN Walisongo Semarang
Santri Harus Jadi Watchdog Arah Politik Praktis

0
499
Santri Ngaji Politik di UIN Walisongo Semarang kemsrin

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Kehidupan santri dan mahasiswa tidak bisa lepas dari politik. Karenanya, kehadiran mereka harus bisa menjadi watchdog (penjaga/pengawas) arah politik praktie dan agen of Change (agen perubahan).

Pernyataan itu disampaikan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora  Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A.saat sambutan dalam kegiatan “Santri Ngaji Politik” Politik Sarungan: Peran Pemuda Dalam Integrasi Bangsa Pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024″ Jum’at (22/3/2024).

Dalam kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berkolaborasi dengan UIN Walisongo dan Dema UIN Walisongo  itu, Asrorun Ni’am mengatakan adanya Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan bentuk dari kebijakan politik agar mahasiswa/ssntri mudah mengakses pendidikan.

“Harapannya santri dan mahasiswa tidak acuh pada politik agar tidak dipolitisasi dan menjadi objeknya.” tandasnya.

H.M. Asrorun Ni’am mengutarakan kontribusi santri dalam pembangunan Indonesia mulai dari sumpah pemuda hingga kemerdekaan turut berperan penting dalam kemajuan bangsa. Ketika santri dalam berpolitik bisa menerapkan toleransi dan keseimbangan antar bidang tidak berat sebelah.

“Santri berperan besar dalam pembangunan Indonesia, maka kontribusi santri diwujudkan dalam ijtihad para santri yang diperingati sebagai resolusi jihad yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober. Ini juga wujud dari kebijakan politik,”ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Nizar, M.Ag menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar besarnya kepada deputi Kemenpora Prof. Asrorur Niam.

“Kegiatan ini memahami posisi dan peran santri dalam konteks integrasi bangsa. Dalam pemilu 2024, ada posisi santri dalam menciptakan kedamaian baik menjadi subjek maupun obyek dalam pemilu.” ujarnya.

“Keilmuan dan peran strategis santri-mahasiswa semakin kedepan. UIN Walisongo memiliki Ma’had yang berisi santri mahasiswa,”imbuh Nizar.

Peran kunci politik, kata dia  yaitu legitimasi; sistem politik; perilaku politik dan partisipasi politik; serta proses politik dan seluk beluk partai politik.

“Dalam Islam politik dikenal dengan Siasah segala sesuatu tentang kepentingan umat, jadi sebagai santri kita tidak boleh buta tentang politik,”tegas Nizar.

Kegiatan dalam rangka mengisi Ramadan ini menghadirkan narasumber Dr. M. Rikza Chamami (ketua bidang pengabdian kepada masyarakat di LP2M UIN Walisongo) dan Ketua Fatayat NU Jawa Tengah dan Komisi E DPRD Jawa Tengah, Hj Tazkiyyatul Muthmainnah, M.Kes.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Tgk.Ismail Yaqub diikuti oleh 1000 orang yang terdiri dari santri Ma’had dan Mahasiswa UIN Walisongo.(lis/adb)

Comments