KH. Yusrul Hana Sya’roni : Syukuri Dua Nikmat Sebagai Umat Nabi Muhammad

0
453
KH. M. Yusrul Hana Sya’roni pada Darusan Umum Menara, Selasa (14/05/19)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pengurus Lembaga Batsul Masa’il NU Kudus, KH. M. Yusrul Hana Sya’roni (Gus Hana) mengingatkan supaya masyarakat mau bersyukur atas nikmat sebagai umat Nabi Muhammad. Alasannya sebab umat ini berpeluang mendapatkan dua syafaat, yaitu dari nabinya sendiri dan dari kitab sucinya Al-Qur’an.

“Kita ini perlu bersyukur sebab selain akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad juga akan mendapat syafaat dari Al-Qur’an,” tuturnya pada Malam ke-7 Darusan Umum Menara di Gedung YM3SK, Selasa (14/05/19).

Gus Hana menerangkan setiap Nabi mempunyai kesempatan doa mujarab yang pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh para Nabi-nabi sebelumnya doa itu telah digunakan di dunia, tetapi tidak dengan Nabi Muhammad yang lebih memilih untuk menggunakannya kelak di akhirat sebagai syafaat untuk umatnya.

“Nabi Nuh telah menggunakannya untuk mendatangkan banjir, Nabi Musa menggunakannya untuk melawan Fir’aun dan Qarun, tetapi Nabi Muhammad tidak mau menggunakannya meski rumahnya dikepung oleh kaum kafir,” paparnya.

Sebab kasih sayangnya Nabi Muhammad menghendaki doa itu untuk umatnya di akhirat. Dan ketika dalam ancaman orang kafir beliau tetap optimis jika keturunan mereka akan ada yang masuk Islam. Menurut Gus Hana hal ini patut disyukuri sebagai nikmat agung yang utama.

“Kemudian yang kedua, syukur kita sebab diberi kitab suci Al-Qur’an yang juga bisa jadi syafa’at bagi yang mencintainya,” ujar putra Musytasyar PBNU KH. M. Sya’roni Ahmadi ini.

Bahkan, imbuh Gus Hana, Al-Qur’an itu berdo’a dan meminta kepada Allah SWT supaya orang-orang yang cinta kepadanya tercukupi hidupnya di dunia dan mendapat nikmat di akhirat. Keterangan ini diperkuat kekaguman Imam Hasan Asy-Syadzili tentang dalil yang menunjukkan dahsyatnya syafa’at Al-Qur’an.

“Nabi Muhammad bersabda Al-Qur’an itu cukup, Al-Qur’an itu kaya. Tidak bakal fakir orang yang bersama Al-Qur’an (ahlul Qu’an-red). Dan tidak bakal kaya orang yang tidak mau menyertakan Al-Qur’an (dalam hidupnya-red),” jelasnya.

Menukil dari Kitab Faidl al-Qadir fi Syarh al-Jami’ ash-Shagir, Gus Hana menerangkan yang dimaksud kaya adalah kaya hati. Tetapi sebagian ulama juga menjelaskan bahwa yang dimaksud kaya itu memang kaya harta di dunia. hidupnya dicukupkan oleh Allah SWT.

“Maka sebagian ulama memang meyakini bahwa Al-Qur’an memang bisa menjadikan hidup seseorang tercukupi di dunia, ini nikmat yang luar biasa,” tandasnya. (rid/adb)

Comments