
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Keluarga besar MTs NU Raden Umar Sa’id Colo Dawe Kudus merayakan Hari Lahir (harlah) ke-43, belum lama ini. Peringatan harlah di halaman MTs NU Raden Umar Sa’id itu berlangsung meriah.
Dalam ajang bertajuk Barparusda Competition ini diikuti siswa SD/MI se-Kecamatan Dawe pada 11–12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang pembinaan bakat seni dan kepramukaan bagi generasi muda Nahdliyin sejak dini.
Ketua panitia, Arif Hidayatullah, menyampaikan bahwa kompetisi Barparusda (Barisan Pramuka MTs RUS) diikuti 11 sekolah tingkat SD/MI. Lima cabang lomba yang digelar meliputi lomba LBB, musikalisasi puisi, solo song religi, miniatur pionering, serta lomba twibbon Event Barparusda Competition 2026.
“Tujuan kegiatan ini bukan sekadar mencari piala, tetapi sebagai wadah melatih keberanian tampil yang terbaik. Belajarlah berkompetisi dengan baik dan sportif. Ikutilah lomba dengan jujur, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi persahabatan. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi pengalaman dan keberanian tampil adalah bekal yang sangat berharga,” ujarnya saat pembukaan.
Kepala MTs NU Raden Umar Sa’id, H. Zaenal Arifin, menegaskan bahwa kegiatan lomba menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Menurutnya, madrasah harus menjadi tempat tumbuhnya generasi berilmu, berakhlak, dan percaya diri.
“Lomba ini bukan hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil, kreatif, dan belajar menghargai proses. Kami ingin madrasah menjadi ruang tumbuh potensi akademik maupun nonakademik yang dijalani dengan gembira, disiplin, dan penuh nilai-nilai keislaman,” kata Zaenal.
Puncak rangkaian harlah digelar melalui pengajian umum dan reuni alumni pada Rabu malam, 11 Februari 2026, dengan menghadirkan penceramah dari Kudus Kiai Imam Fathoni. Acara semakin semarak dengan penampilan Rebana As Sa’id dan Tari Sufi dari Kudus.
Pads acara itu dirangkai pula pelantikan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU madrasah masa khidmat 2026/2027. Dalam pelantikan tersebut, M. Aditya Rafi Dhiyaulhaq disahkan sebagai Ketua IPNU dan Syakira Zidna sebagai Ketua IPPNU.
Sebagai wujud rasa syukur, kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh para sesepuh madrasah. Momentum ini menjadi pengingat perjuangan dakwah Sunan Muria yang menjadi inspirasi berdirinya madrasah dalam mengembangkan syiar Islam di kawasan Muria.
Rangkaian Harlah ke-43 yang diinisiasi oleh Himpunan Alumni MTs NU Raden Umar Sa’id Dawe (HIMARUSDA) ini sebelumnya telah diawali ziarah ke makam muassis di Desa Japan, khotmil Qur’an, tahlil umum, serta istighosah pada 4 Februari 2026, sebagai ikhtiar batin memohon keberkahan bagi madrasah dan seluruh keluarga besarnya.(yuliana/adb)




































