GP Ansor Karanggede Perkuat Penguasaan Media Sosial melalui Pelatihan Literasi Digital

0
49
Salah satu narasumber dalam sesi pemaparan materi

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karanggede, Boyolali menggelar pelatihan literasi digital di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Karanggede pada awal pekan pertama Februari lalu.

Pelatihan diikuti 23 peserta dari kader NU Karanggede dan juga diramaikan peserta dari Padang, Sumatera Barat yang juga sebagai mahasiswi UIN Raden Mas Said, Surakarta.

Pelatihan dibuka Ketua PAC GP Ansor Karanggede, Budi Widodo Al-Mubarok. Dia mengingatkan pentingnya penulisan demi penguasaan media sosial oleh kader-kader NU dalam berdakwah di dunia maya.

“Penting bagi aktivis NU dalam menyusun narasi tulisan yang efektif di media sosial supaya dakwah yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh semua golongan,” katanya.

Dalam pandangannya, sudah seharusnya santri ataupun kader NU memiliki kepiawaian beretorika, karena hal tersebut memang sudah dicontohkan oleh ulama-ulama salafusshalih.

“Terbukti dengan banyaknya karangan ulama terdahulu yang sangat intens membahas ilmu retorika beserta alatnya lewat kitab-kitab yang sampai sekarang masih dapat dijumpai di pondok pesantren, seperti Al-Jurumiyah, Jauharul Ma’nun, dan Alfiyah Ibnu Malik,” katanya.

Pelatihan menghadirkan pemateri, M Yasir Arafat yang menjelaskan sejumlah kiat untuk menulis artikel yang dapat terbit dengan baik di media sosial bahkan media nasional.

Dalam pengantarnya pada pelatihan itu, Yasir mengutip salah satu adagium dari penulis Mesir, Sayyid Quthb, yang mengatakan, “Jika satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, sedangkan satu tulisan dapat menembus tujuh kepala”. Maknanya, satu tulisan lebih memiliki efek yang lebih dahsyat daripada sebuah peluru.

Dia mengemukakan, tantangan yang sering dihadapi bagi penulis pemula adalah kesulitan dalam merangkai kalimat agar menjadi narasi yang indah.

Peserta pelatihan memyimak paparan

Selain terus membiasakan menulis setiap hari, ia pun juga merekomendasikan tools Tesaurus, baik yang versi digital maupun versi buku cetak untuk memudahkan memilih diksi yang sesuai dengan kalimat yang akan disusun.

Sarifa Hauza Satza, salah satu peserta pelatihan, menyatakan, pelatihan ini menarik, materi yang disampaikan sangat relevan di era sekarang, karena memperkuat literasi digital penting untuk menjaga kehidupan. (ysr, ddk, ant/ adb, ros)

Comments