Pelantikan 12 PAC Fatayat NU se-Sukoharjo
Fatayat NU Bukan Organisasi Tertutup

0
888
Pelantikan 12 PAC Fatayat NU se- Sukoharjo, Ahad kemarin

SUKOHARJO, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sukoharjo melantik secara bersama 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-kabupaten setempat, Ahad (2/5/2024). Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten, mereka juga mengukuhkan tiga lembaga yakni Lembaga Forum Daiyah Fatayat (Fordaf), Ikatan Hafidhah Fatayat (IHF) dan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A).

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Sukoharjo Siti Muslimah menegaskan Fatayat bukan organisasi tertutup (of the box) melainkan badan otonom NU yang terbuka. Artinya, pimpinan Fatayat NU harus mampu membangun jaringan kemanapun yang mampu mendukung kemajuan organisasi dengan tetap menjaga nama baik Fatayat.

“Mari kita cetak sejarah yang baik sebagai pemimpin PAC Fatayat NU di wilayah masing-masing dengan selalu berfikir positif, dan bisa menginspirasi.Jadilah kader Fatayat yang lebih sportif, inovatif dan inspiratif.”pesannya.

Kepada 260 pengurus terlantik, Muslimah mengharapkan bisa menjalankan roda Fatayat secara amanah dan maslahah untuk umat. Dikatakan, Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lain.

“Jalankan amanah organisasi ini dengan tulus, ikhlas dan yakin serta tanpa mengeluh, pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Sekecil apapun keyakinan terhadap NU, seberapa besar pengorbanan kita pada Fatayat khususnya, di dalam perjuangan akan mengalir pahala bagi yang meyakininya, “tegasnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif.menilai adanya pelantikan bersama ini menjadi bukti bahwa yang berdaya dalam NU maupun masyarakat tidak hanya laki-laki tetapi juga kaum perempuan.

“Tidak bisa dipungkiri, mayoritas penduduk Indonesia adalah perempuan. Maka salah satu yang membuat kota ini hebat adalah dengan menguatkan perempuan Sukoharjo.”ujarnya.

H Khomsun mengatakan pelantikan merupakan momentum memasuki satu pintu (gerbang) bernama khidmah yang bermakna pelayanan atau pengabdian. Apabila niat dan motif khidmahnya baik, maka akan mendapatkan balasan yang baik pula.

“Tujuan kita berkhidmah kepada NU adalah satu tujuan yang baik. Dakwah kita di NU pasti akan mudah jika khidmah kita di sini bersama-sama, bergotong royong untuk mewujudkan satu kekuasaan, yaitu kekuasaan yang menolong pada jalan Allah SWT,”ujarnya seraya mengutip surat Al-Isra’ ayat 80.

“Namun tentunya atas restu suami dan orang tua, dan khidmah kita harus mendapat restu dan ridho para kyai, karena tanpa itu sesungguhnya kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.”lanjut KH. Khomsun.

Para pemenang lomba foto bersama usai penyerahan hadiah

Dalam acara itu, PC Fatayat NU Sukoharjo menyerahkan hadiah dan Piala lomba-lomba peringatan hari lahir ke-74 Fatayat. Diantaranya, mahkota juara Putri Fatayat kepada Dwi Fury Misgiarti dari PAC Fatayat NU Grogol, disusul Juara 2 Siti Mualiya Himmawati dari Bulu, dan Juara 3 dari Kartasura yaitu Avifah Isnaini.

Selain itu, Lomba Senam Fatayat juara 1 Lomba Senam Fatayat dimenangkan PAC Fatayat NU Bulu, juara 2 dari Grogol, dan Juara 3 dari Weru. Kemudian, lomba Hadroh yaitu dari PAC Fatayat NU Kartasura, kemudian juara 2 dari Weru dan Grogol mendapatkan juara 3.

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Sukoharjo, Ibu Hj. Etik Suryani, S.E, M.M beserta Forkopimda Sukoharjo dan Kepala Dinas terkait, serta Pimpinan Organisasi Kepemudaan,Jajaran PCNU Kabupaten Sukoharjo beserta badan otonomnya, Ketua DPD KNPI Sukoharjo, Camat dan Ketua MWC se-Kabupaten Sukoharjo. (Pamella PE/abd)

Comments